Siswa MTs Kyai Mudrikah Pamerkan 18 Inovasi Barang Bekas dalam Tiga Bahasa di Pamekasan

Berita, Daerah, Pendidikan213 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News – Siswa kelas VII MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning memamerkan 18 karya pembelajaran IPA dari barang bekas di depan Gedung Utama IBS PKMKK, Minggu (11/10/2026).

Pameran berlangsung pukul 07.30–12.00 WIB dan dihadiri wali santri. Kegiatan ini mengintegrasikan pembelajaran sains dengan presentasi dalam bahasa Inggris, Arab, dan Korea.

Pameran tersebut merupakan bagian dari penerapan pilar One Week Three Languages sekaligus upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Di bawah bimbingan guru IPA Endang Sulastri dan melalui kolaborasi dengan mahasiswa UIN Madura, siswa menampilkan berbagai produk hasil pembelajaran.

Siswa putra memamerkan delapan karya, yakni jembatan hidrolik, roket air, kincir air, roket gas, mesin hidrolik, kipas angin, perahu dinamo, dan ekskavator.

Sementara itu, siswa putri menampilkan sepuluh karya berupa kincir air, komidi putar, kincir angin, mobil derek, mesin hidrolik, penyedot debu, becak, mobil tenaga air, roket air, dan dispenser.

Karya-karya tersebut menghubungkan teori IPA dengan praktik. Kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa.

Kepala MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Dr. Heni Listiana, mengapresiasi kegiatan outing class yang mengintegrasikan pembelajaran IPA dengan pendampingan guru bahasa asing.

Menurutnya, kolaborasi lintas mata pelajaran menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna.

Kehadiran wali santri juga memperkuat sinergi keluarga dan madrasah dalam mendukung kompetensi serta kemandirian peserta didik.

Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis, MA, menegaskan bahwa pembelajaran ideal perlu menghadirkan kegembiraan bagi seluruh ekosistem pendidikan.

“Apa pun materinya, pembelajaran seharusnya dapat dikemas seperti outing class: guru enjoy, santri enjoy, dan wali santri turut menikmati perkembangan putra-putrinya. Inilah semangat Kurikulum Cinta yang digagas Kementerian Agama RI,” ujarnya.

Achmad Muhlis juga menjelaskan bahwa penggunaan kembali barang bekas, penciptaan produk ramah lingkungan, dan menjaga kebersihan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, merawat bumi merupakan tanggung jawab moral yang mempertemukan ilmu, iman, dan tindakan nyata.

Melalui pembelajaran tersebut, santri diajak memahami pentingnya pengetahuan yang memberi manfaat bagi manusia dan lingkungan.

Pameran ini menjadi bagian dari upaya MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning dan IBS PKMKK mengembangkan pembelajaran yang kreatif, integratif, dan berkarakter.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari teori sains, tetapi juga berlatih berkomunikasi dalam tiga bahasa serta mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan. (*)

 

Siswa MTs Kyai Mudrikah memamerkan karya IPA dari barang bekas di Pamekasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *