PASURUAN, TRETAN.news — Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur menyelidiki penyebab kebakaran Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Petugas menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pasar pada Rabu (30/9/2026).
Pemeriksaan berlangsung selama dua jam dengan fokus utama pada deretan kios di blok selatan pasar.
Fokus Blok Selatan
Area selatan menjadi perhatian utama petugas saat melakukan penyelidikan lapangan.
Petugas menduga lokasi ini sebagai titik awal munculnya api yang menghanguskan pasar.
Tim Labfor juga memeriksa sejumlah instalasi listrik di area lapak pedagang.
Petugas menyelidiki dugaan korsleting listrik yang memicu musibah bagi ratusan pedagang tersebut.
Namun, Tim Labfor belum memberikan keterangan resmi terkait kesimpulan akhir penyebab kebakaran.
Harapan Pedagang
Pengelola Pasar Desa Kepulungan, Supaat, membenarkan fokus pemeriksaan petugas pada kios sisi selatan.
“Memang yang menjadi perhatian adalah kios di sisi selatan,” ujar Supaat.
Ia menambahkan, “Karena yang habis adalah kios selatan. Lalu titik api pertama kali adalah memang di wilayah tersebut.”
Supaat menyebut para pedagang menyambut positif kedatangan Tim Labfor Polda Jatim.
Mereka berharap proses pembersihan puing-puing bekas kebakaran bisa segera berlangsung.
“Kami mendapat info bahwa setelah Tim Labfor Polda Jatim datang, selanjutnya puing-puing di pasar bisa segera dibersihkan,” jelasnya.
”Setelah dibersihkan, tentu saja pedagang siap akan berjualan lagi,” imbuh Supaat.
Kerugian Miliaran Rupiah
Sebelumnya, Pasar Desa Kepulungan terbakar pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Amukan si jago merah merusak sekitar 300 kios milik pedagang setempat.
Estimasi kerugian akibat insiden ini mencapai angka Rp2 miliar.
Saat ini, BPBD Kabupaten Pasuruan mendistribusikan bantuan 15 terpal kepada pedagang.
Bantuan ini bertujuan mendukung kebutuhan operasional sementara para pedagang terdampak.







