Wawali Surabaya dan DPP Madura Asli Sedarah Sepakat Islah

Berita, Peristiwa, Sosial125 Dilihat

SURABAYA, Tretan.News – Upaya menjaga kondusivitas Kota Surabaya dilakukan melalui langkah dialog dan rekonsiliasi. Wakil Wali Kota Surabaya, Ir. Armuji, M.H., bersama Ketua Umum DPP Madura Asli Sedarah (MADAS), Moch. Taufik, S.H., M.H., sepakat melakukan islah atau penyelesaian secara musyawarah.

Islah tersebut diprakarsai oleh Rektor Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., dan berlangsung di Kampus Unitomo, Jalan Semolowaru No. 84, Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/1/2025).

Pertemuan ini digelar sebagai respons atas dinamika yang berkembang di ruang digital, menyusul beredarnya konten media sosial dari akun berinisial @CakJ1 yang dinilai mendiskreditkan organisasi kemasyarakatan Madura Asli Sedarah.

Konten tersebut sempat memicu kegaduhan di jagat maya dan menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan warga Surabaya keturunan Madura maupun di wilayah kepulauan.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Madura Asli Sedarah, Moch. Taufik, telah melaporkan akun tersebut ke Polda Jawa Timur pada Selasa (5/1/2025). Laporan itu diajukan sebagai bentuk keberatan atas konten yang dianggap merugikan nama baik organisasi.

Dalam forum islah yang berlangsung terbuka dan disaksikan pimpinan kampus serta para audiens yang hadir, kedua belah pihak sepakat mengedepankan semangat rekonsiliasi.

Armuji dan Moch. Taufik saling menyampaikan permohonan maaf demi meredam polemik yang berkembang di masyarakat.

“Islah ini penting sebagai ikhtiar bersama menjaga ketenangan sosial dan keharmonisan warga Surabaya yang majemuk,” ujar Prof. Dr. Siti Marwiyah, selaku Rektor Unitomo.

Sementara itu, Moch. Taufik menyatakan komitmennya untuk menempuh jalur damai. Ia menegaskan bahwa laporan yang sebelumnya diajukan ke Polda Jawa Timur akan dicabut sebagai bagian dari kesepakatan islah.

“Kami sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan akan mencabut laporan. Ke depan, kami ingin berangkulan menjaga Surabaya tetap aman, damai, dan kondusif,” kata Moch. Taufik.

Wakil Wali Kota Surabaya Ir. Armuji juga menekankan pentingnya menjaga ruang publik termasuk media sosial agar tidak menjadi sumber konflik horizontal.

“Surabaya adalah rumah bersama. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling melukai. Dialog dan kebijaksanaan harus selalu dikedepankan,” ujarnya.

Dengan tercapainya islah tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan kerja sama demi menjaga stabilitas sosial serta keharmonisan antarwarga di Kota Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *