SAMPANG, tretan.news – Tradisi ngabuburit dengan “Nyareh Malem” semakin ramai dilakukan oleh masyarakat, terutama para pemuda, di berbagai daerah di Madura. Salah satu titik keramaian terjadi di kawasan Pasar Sentol, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Menjelang waktu berbuka puasa, jalanan di sekitar pasar tersebut dipadati oleh warga yang berburu kebutuhan berbuka puasa sekaligus bersantai menikmati suasana sore.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa banyak pemuda yang hanya berkumpul dan nongkrong di pinggir jalan tanpa tujuan jelas. Mereka menikmati pemandangan sore sambil bercengkerama dengan teman sebaya.
Namun, kepadatan tersebut menyebabkan kemacetan, terutama di ruas jalan utama yang sempit dan dipenuhi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
“Mau kemana para muda ini kayak tidak ada kerjaan. Padahal sepertinya tidak ada keperluan, cuma nongkrong seperti ini kurang manfaatnya. Coba cari malam dengan baca Al-Qur’an di rumah, kan lebih enak,” ujar Abdul Wafa, salah satu warga yang turut mengamati fenomena ini.Minggu (30/3/25) sore
Menanggapi kondisi tersebut, Muiz, warga setempat lainnya, berpendapat bahwa kemacetan juga dipengaruhi oleh banyaknya pemudik yang mulai berdatangan menjelang Lebaran.
“Itu biasa, Nyareh Malem. Yang penting jangan sampai balap-balapan dan lebih berhati-hati, khawatir bisa membahayakan pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.
Fenomena “Nyareh Malem” memang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Madura saat bulan Ramadan. Namun, diharapkan kesadaran untuk menjaga ketertiban lalu lintas tetap diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas warga lainnya.