Tepati Janji, Madas Sampang Renovasi Rumah Dua Nenek Bersaudara

Berita, Sosial30 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News – Menepati janji saat kunjungan awal, Organisasi Masyarakat (Ormas) Madura Asli (Madas) DPC Sampang melakukan renovasi rumah dua nenek bersaudara di Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Sabtu (31/1/2026).

Renovasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial Madas Sampang terhadap kondisi tempat tinggal Masdijha (70) dan adiknya Patha (60) yang dinilai sudah tidak layak huni.

Rumah berdinding anyaman bambu itu mengalami kerusakan parah, dengan atap bocor dan lantai yang kerap tergenang air saat musim hujan.

Kondisi kedua lansia itu semakin memprihatinkan lantaran Masdijha saat ini terbaring lemah akibat patah tulang setelah terjatuh ke dalam sumur ketika hendak mengambil air.

Sementara adiknya, Patha, juga mengalami keterbatasan fisik sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan hanya mengandalkan bantuan dari para tetangga.

Kisah pilu tersebut sempat viral di berbagai media daring dan cetak, sehingga mengundang banyak simpati serta bantuan dari masyarakat. Namun, belum ada solusi konkret terkait perbaikan rumah yang telah rapuh selama puluhan tahun itu.

Melihat kondisi tersebut, Madas Sampang bergerak cepat dengan mendatangkan material seadanya dan langsung melakukan renovasi rumah secara gotong royong bersama tukang serta tim Madas dari berbagai DPAC.

“Saat proses renovasi berlangsung, nenek Masdijha yang lumpuh kami pindahkan sementara ke rumah tetangganya dengan cara kami bopong,” ujar Ketua Madas DPC Sampang, Umar Faruq, kepada wartawan.

Umar menjelaskan, perbaikan dilakukan secara menyeluruh mulai dari atap hingga dinding rumah yang sebelumnya berlubang dan lapuk, kini diganti menggunakan material galvalum agar lebih kokoh dan aman.

“Kami juga membangun dapur di samping rumah supaya lebih luas dan terhindar dari asap saat memasak. Yang awalnya menggunakan kayu bakar, kami ganti dengan kompor dan LPG. Bahkan untuk LPG dan listrik, kami siap membantu setiap bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengerahkan banyak anggota agar rumah tersebut bisa segera ditempati kembali oleh kedua nenek tersebut. Sementara pekerjaan lanjutan diserahkan kepada tukang untuk diselesaikan keesokan harinya.

“Yang penting atap dan bagian pinggir rumah sudah aman. Untuk penyempurnaan lainnya kami serahkan ke tukang,” tambah Umar.

Dalam kesempatan itu, Umar Faruq juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Madas, baik dari Sampang maupun luar daerah, serta para donatur yang telah ikut membantu biaya renovasi rumah Masdijha dan Patha.

“Total donasi yang terkumpul sekitar Rp10 juta. Selain untuk perbaikan rumah, dana tersebut juga kami alokasikan untuk membantu kebutuhan sehari-hari kedua nenek ini,” ungkapnya.

Ia menuturkan, awalnya Madas Sampang berencana merombak total rumah tersebut. Namun, atas permintaan Masdijha dan Patha, renovasi dilakukan secukupnya.

“Sebenarnya kami ingin bangun total, tapi permintaan ibu-ibu ini cukup direnovasi saja. Semoga dengan upaya ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” pungkas Umar.

Diketahui, pada kunjungan pertama, Madas Sampang sempat berjanji akan membantu membangun rumah dalam waktu dua pekan.

Meski sempat muncul informasi adanya bantuan pemerintah, namun hingga kini belum ada kepastian, sehingga Madas memilih bergerak lebih dulu demi memastikan kedua nenek tersebut dapat tinggal di rumah yang aman dan layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *