BANGKALAN, tretan.news – Sebuah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) negeri di Kabupaten Bangkalan menjadi sorotan setelah diduga memulangkan siswa-siswinya saat jam pelajaran masih berlangsung.
Pemulangan tersebut disebut dilakukan karena adanya acara internal sekolah. Peristiwa itu terjadi di SLTP Negeri 2 Burneh, Selasa (13/1/2026).
Sejumlah siswa terlihat telah meninggalkan sekolah dan berada di jalan raya menuju arah Trageh sejak pagi hari, masih mengenakan seragam sekolah serta membawa tas.
Kepala SLTP Negeri 2 Burneh, Hartono, membenarkan adanya pemulangan siswa lebih awal. Namun, ia menegaskan hal itu dilakukan setelah jam istirahat.
“Memang benar siswa kami pulangkan lebih awal, sekitar pukul 11.00 WIB setelah istirahat, karena salah satu guru kami melangsungkan pernikahan. Guru tersebut mengajar mata pelajaran IPS, dan kami para guru menghadiri acara tersebut di wilayah Kamal,” ujar Hartono saat ditemui awak media di ruang kerjanya.
Meski demikian, keterangan tersebut berbeda dengan temuan di lapangan.
Berdasarkan pantauan awak media, sejumlah siswa telah terlihat meninggalkan sekolah sekitar pukul 09.00 WIB dan berada di akses jalan Trageh, tepatnya di pertigaan Jalan Raya Nyorondung.

Seorang warga yang ditemui di lokasi mengaku melihat para siswa bergerombol di pinggir jalan sejak pagi.
“Saya melihat siswa-siswa sudah di jalan menuju Trageh. Setelah saya tanya, mereka bilang semua guru dan kepala sekolah mau ke acara pernikahan, jadi mereka disuruh pulang lebih dulu,” ungkapnya.
Awak media kemudian mendokumentasikan kondisi tersebut, termasuk siswa yang sudah menaiki angkutan umum untuk pulang. Dokumentasi foto menunjukkan waktu, tanggal, serta lokasi kejadian.
Saat dikonfirmasi ulang terkait temuan tersebut, pihak sekolah masih membantah bahwa siswa telah dipulangkan lebih awal.
“Anak-anak itu hanya sedang istirahat, bukan dipulangkan,” kata Hartono.
Namun pernyataan itu kembali dipertanyakan mengingat sebagian siswa sudah berada di luar lingkungan sekolah dan dalam perjalanan pulang.
Atas kejadian ini, masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan segera turun tangan untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi.
Langkah pembinaan atau teguran dinilai perlu agar kejadian serupa tidak terulang, baik di sekolah yang sama maupun di sekolah lainnya.







