Simata: Terobosan Digital BKN untuk Manajemen Talenta ASN yang Lebih Cerdas

Berita, Pemerintahan27 Dilihat

MALANG, Tretan-News – Sistem Informasi Manajemen Talenta( Simata) menjadi terobosan digital yang di prakarsai oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN).

Simata dirancang sebagai “ruang kendali” baru bagi instansi pusat dan daerah untuk mengelola Aparatur Sipil Negara (ASN) secara lebih cerdas, cepat, dan visioner.

Wakil Ketua BKN, Suharmen, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan instansi bertindak proaktif. Bukan menunggu lubang, tapi menyiapkan pasak yang tepat jauh sebelum waktunya.

“Simulasi dan optimalisasi sistem menjadi fondasi awal. Kami ingin pengambilan keputusan soal talenta tidak lagi berdasarkan intuisi, tapi berbasis data dan potensi nyata,” ucapnya.

Menurut Suharmen, Salah satu daerah yang menunjukkan antusiasme luar biasa adalah Kota Batu.

Terlebih, Wali Kota Batu, Nurochman, datang langsung ke Kantor Pusat BKN, duduk dalam sesi ekspose manajemen talenta bersama jajaran pimpinan daerahnya. Sebuah sinyal kuat bahwa manajemen ASN kini menjadi prioritas kepala daerah, bukan sekadar urusan belakang meja.

“Ekspose ini penting untuk mengukur kesiapan mereka dari aturan, sistem, hingga desain pelaksanaan,” ujarnya.

Suharmen juga menegaskan bahwa transformasi ini harus bertumpu pada tiga pilar utama.

Pertama, tata kelola, dalam arti, Tanpa fondasi kelembagaan yang kuat dan komite talenta yang solid, sistem secanggih apa pun akan kehilangan arah.

Kedua, sistem informasi. Di sinilah Simata memainkan peran sentral. Suharmen menekankan bahwa data ASN yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses adalah jantung dari manajemen talenta.

“Kalau sistem informasi lemah, kita seperti berjalan dalam gelap. Data adalah kunci untuk memetakan potensi dan kinerja,” tegasnya.

Sedangkan pilar ketiga yakni, desain manajemen talenta itu sendiri. Setiap organisasi punya karakter dan kebutuhan berbeda. Maka mekanisme, model, dan tahapan pelaksanaan harus dirancang secara presisi.

Selain itu, Lanjut Suharmen, BKN juga memperkenalkan pendekatan klasik namun ampuh yakni nine box talent yang merupakan sebuah metode pemetaan yang membagi ASN ke dalam sembilan kotak berdasarkan kinerja dan potensi.

Dari sana, pimpinan bisa membaca siapa yang perlu didorong, siapa yang butuh pembinaan, dan siapa yang siap ditempatkan di posisi strategis.

“Dengan data talenta yang utuh, pengisian jabatan strategis tak lagi terburu-buru. Tak ada lagi drama kekosongan posisi yang menghambat program prioritas. Semuanya bisa dipersiapkan jauh hari, dalam suasana yang tenang dan terencana” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap mendampingi Pemkot Bati dan daerah lain dalam setiap tahapan. Mulai dari penguatan kebijakan, optimalisasi Simata, hingga implementasi di lapangan.

“Ini bagian dari penguatan sistem merit dan peningkatan kualitas ASN secara nasional,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *