TRETAN.News – Kabar duka itu datang tanpa banyak suara, namun menggema panjang di ruang-ruang redaksi. Dunia jurnalistik di Jawa Timur kehilangan salah satu putra terbaiknya. Slamet Maulana (Ade), Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), telah berpulang ke rahmatullah.
Kepergian Ade bukan sekadar kabar duka. Ia menjadi kehilangan yang terasa personal bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang pernah berjalan bersamanya dalam lorong panjang dunia pers.
Sosoknya dikenal tenang, namun teguh. Tidak banyak bicara, tetapi sikapnya lantang dalam menjaga marwah jurnalistik.
Dalam perjalanan kariernya, Ade berdiri sebagai figur yang memegang kuat prinsip independensi. Di tengah derasnya arus informasi dan tarik-menarik kepentingan, ia memilih tetap berada di jalur yang tidak selalu mudah, jalur integritas.
Pilihan yang bagi sebagian orang terasa berat, namun baginya adalah harga diri seorang jurnalis.
Bagi Pimpinan Redaksi Tretan.News M. Umar, kehilangan ini terasa lebih dekat. Ade bukan sekadar bagian dari ekosistem pers, tetapi juga sahabat. Ia adalah kawan berbagi gagasan, diskusi, hingga perdebatan sehat tentang arah jurnalisme ke depan.
“Beliau bukan hanya ketua, tapi juga pengingat bagi kami tentang apa arti menjadi jurnalis yang sesungguhnya,”
Di balik perannya sebagai Ketua Umum KJJT, Ade adalah manusia biasa yang memilih jalan yang tidak biasa. Ia mengabdikan diri pada profesi yang kerap berada di persimpangan antara idealisme dan realitas.
Ia mungkin tidak selalu berada di panggung, tetapi jejaknya tertinggal di banyak ruang, dalam tulisan, dalam diskusi, dan dalam semangat yang ia tularkan kepada sesama.
“Bagi kami, beliau adalah sahabat. Tempat bertukar pikiran, sekaligus cermin untuk tetap teguh pada nilai,”
Kini, perjalanan itu telah sampai pada garis akhir. Doa mengalir, mengiringi kepergiannya, menjadi pengantar atas segala pengabdian yang telah ia berikan.
Bagi yang ditinggalkan, duka ini tentu tidak ringan. Namun kepergian ini juga menjadi pengingat bahwa dalam dunia jurnalistik, nilai, integritas, dan persahabatan adalah warisan yang jauh lebih abadi daripada sekadar jabatan.
Selamat jalan, Ade. Jejakmu mungkin sunyi, tetapi tidak akan pernah benar-benar hilang.







