Sekretaris Desa Daleman Kedungdung Mangkir Dari Panggilan Polres Sampang

Berita, Daerah, Kriminal184 Dilihat

Sampang, Tretan.News – Kasus pemukulan insial MJ oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang ditangani Polres setempat terus berlanjut.

Namun, saat ini oknum Sekdes tersebut, diduga tidak kooperatif, lantaran mangkir dari panggilan penyidik, Senin (04/09/2023), dengan alasan karena sakit.

Sebelumnya, penyidik Unit IV Satreskrim Polres Sampang berjanji, dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap terlapor (Sekdes Daleman inisial MJ).

Akan tetapi, panggilan penyidik tersebut terkesan tidak diindahkan, pasca dilakukan pemeriksaan terhadap korban pemukulan, serta sejumlah saksi-saksi.

Hal itu tidak ditampik Kanit IV Tipiter Satreskrim Polres Sampang Ipda Muammar Amin, bahwasanya terlapor tidak menghadiri panggilan penyidik, untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ya benar, terlapor tidak menghadiri panggilan polisi yang pertama,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (04/09).

Menurut Kanit IV Tipiter Satreskrim Polres Sampang Ipda Muammar Amin, terlapor tidak menghadiri panggilan polisi disebabkan sakit, bahkan telah bersurat kepada Unit IV Satreskrim dengan alasan kesehatan.

Oleh sebab itu, kata Kanit Tipiter Polres Sampang Ipda Muammar Amin, penyidik mengirimkan surat pemanggilan kedua kepada terlapor. Ia berharap, terlapor bisa memenuhi panggilannya.

“Surat pemanggilan kedua sudah dikirim lagi dari penyidik ke terlapor. Pekan ini kalau terlapor hadir ke Polres bakalan diperiksa,” tegasnya.

Sementara itu, Agus korban pemukulan oleh oknum Sekdes Daleman berharap, polisi memproses kasus ini sesuai prosedur hukum berlaku.

Menurut dia, alasan ketidakhadiran terlapor untuk diperiksa polisi tidak masuk akal. Sebab, terlapor dalam kesehariannya beraktifitas seperti biasa.

“Mangkirnya terlapor itu, bagi saya tidak masuk akal kecuali bersurat ke penyidik, disertai keterangan sakit dari rumah sakit,” ungkapnya.

Agus mendesak, agar terlapor koperatif dalam pemanggilan polisi kedua kalinya. Sebab, dasar pemanggilan itu adalah bentuk pendalaman kasus pemukulan.

“Kalau pemanggilan kedua ini harus kooperatif. Apalagi ini penyelidikan polisi untuk mendalami kasus pemukulan yang dilakukan dia kepada saya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *