Sedekah Bumi Dusun Carat, Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi Leluhur

Berita, Sosial108 Dilihat

PASURUAN, tretan.news – Warga Dusun Carat, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, bersama seluruh masyarakat desa menggelar tradisi bersih desa atau sedekah bumi sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil bumi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) dan berlangsung penuh khidmat serta kebersamaan.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan pelaksanaan tasyakuran yang dipusatkan di Sumur Lantung, yang dikenal sebagai titik punden sekaligus cagar budaya Desa Carat.

Prosesi berlangsung dalam suasana religius, sarat nilai gotong royong, dan diwarnai kebahagiaan warga.

Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Carat, Riamun, menyampaikan bahwa tradisi sedekah bumi atau ruwat dusun tersebut telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

“Tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman leluhur dan terus kami jaga. Selalu dimulai di kawasan Sumur Lantung yang merupakan tempat cagar budaya, diawali doa bersama serta pemotongan tumpeng,” jelas Riamun.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar ritual adat, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga serta mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya desa.

Acara sedekah bumi ini tidak berhenti pada siang hari. Rangkaian kegiatan akan berlanjut hingga malam, dengan puncak acara berupa hiburan campursari dan lawak Abiyoso, yang terbuka dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Carat, Ahmad Fathoni, dalam sambutannya menegaskan bahwa sedekah bumi merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan dan rasa syukur masyarakat.

“Sedekah bumi ini adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT atas rezeki dan keselamatan yang diberikan, sekaligus wujud komitmen masyarakat Desa Carat dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal,” ujarnya.

Ia berharap, tradisi tersebut dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai kebudayaan desa tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *