Satukan Persepsi, Divif 2 Kostrad Gelar Komsos

Berita185 Dilihat

MALANG RAYA, tretan.news – Rest Area Divif 2 Kostrad di Singosari yang diberi nama “Kampung Tentara’’ suasananya semarak, kemarin. Ratusan anggota organisasi massa (ormas) yang merupakan keluarga besar tentara tumpek blek di tempat tersebut. Mereka hadir untuk memenuhi undangan dari Divif 2 Kostrad dalam rangka penyelenggaraan komunikasi sosial (komsos) dengan keluarga besar TNI.

Kegiatan yang dikemas dengan tajuk ‘’Satukan Persepsi Kuatkan Sinergitas Guna Merajut Keutuhan NKRI’’ berlangsung gayeng. Pelaksanaan acara tersebut untuk tahun ini merupakan yang keempat kalinya. Ormas yang hadir pada acara itu antara lain PBM, GM FKPPI, HIPAKAD Kota Malang dan HIPAKAD Kabupaten Malang.

’’Komunikasi sosial dengan keluarga besar TNI adalah upaya untuk membangun dan memelihara semangat perjuangan dan berusaha professional di bidangnya masing-masing,’’ ujar Aster Kasdivif 2 Kostrad Kolonel Inf. Ari Suseno S.Sos, saat memberi arahan.

Lebih lanjut dia mengingatkan akan jasa-jasa orang tua. Perjuangan mereka dalam membesarkan putra putrinya adalah sesuatu yang patut diteladani. Terutama semangatnya. Dalam hal apapun yang penting adalah semangat. Semangat membantu sesama, semangat menghadapi persoalan, dan selalu semangat dalam menghadapi tantangan ke depan.

’’Soal berhasil atau tidak, soal menang atau tidak, yang penting semangat dulu,’’ imbuhnya yang disambut tawa undangan.

Dia berharap, kegiatan selaturahmi menjalin kerukunan seperti ini hendaknya rutin dilaksanakan. Sehingga, ketika ada teman yang mempunyai persoalan, bisa cepat dibantu.

’’Silakan jika memang ada yang perlu dikoordinasikan, jangan sungkan,’’ pintanya.

Di tempat yang sama, Ketua DPC HIPAKAD Kota Malang Tri Nuril Yulianto, mengaku mendukung penuh kegiatan positif tersebut.

’’Kegiatan seperti ini sangat perlu. Untuk menguatkan antar sesama keluarga besar tentara,’’ jelasnya.

Dikatakan, dalam melaksanakan program kerja, HIPAKAD selalu berkoordinasi dengan pembina maupun penasehat. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan yang merupakan perintah pembina, pasti diikuti.

’’Pokoknya apapun arahan pembina untuk membesarkan HIPAKAD, pasti dilaksanakan,’’ pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *