SURABAYA, Tretan.News — Tradisi sandur, salah satu warisan budaya masyarakat Madura, kembali digelar di Lapangan THR Surabaya, Senin malam (15/12/2025). Kegiatan budaya yang berlangsung pada malam Selasa tersebut diprakarsai oleh H. Syaiful asal Sidorame dan dihadiri sekitar 1.000 undangan.
Pelaksanaan sandur kali ini menjadi istimewa karena turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Sebelum acara dimulai, Eri menyampaikan sambutan serta mengapresiasi penyelenggara dan para tokoh Madura yang hadir dari berbagai wilayah, di antaranya Tèmor Songai, Berek Songai, Laok Songai, dan Dejeh Songai.
Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa Surabaya merupakan kota dengan keberagaman suku dan budaya yang saling hidup berdampingan.
Ia menyebut masyarakat Madura memiliki peran penting dalam sejarah dan kehidupan sosial Kota Surabaya.
“Surabaya ini adalah kota yang dihuni oleh berbagai suku dan budaya. Madura adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Surabaya,” ujar Eri Cahyadi.
Pada kesempatan yang sama, Eri juga menyampaikan tawaran pemanfaatan lahan kosong di kawasan THR Surabaya bagi masyarakat yang ingin menggelar kegiatan budaya serupa.
Tawaran tersebut disambut antusias oleh para undangan yang tergabung dalam komunitas Otok-Otok Surabaya dan Madura.
“Silakan jika ingin menggunakan area ini untuk kegiatan budaya. Pemerintah Kota Surabaya mendukung pelestarian tradisi,” tambahnya.
Usai sambutan, acara sandur dimulai sesuai tradisi dengan pemanggilan tamu kehormatan satu per satu. Wali Kota Surabaya mendapat panggilan pertama dan turut mengikuti tarian sandur dengan iringan musik tradisional Madura. Aksi tersebut disambut sorak dan tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Kegiatan sandur ini diharapkan dapat menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus memperkuat harmoni antarwarga di tengah keberagaman Kota Surabaya.







