SURABAYA, tretan.news – Institut Teknologi Sepuluh Nopember — Ketika sebagian besar kota masih terlelap, halaman sekretariat IKA ITS di Jalan Teknik Mesin No. 1, Kampus ITS Sukolilo, justru mulai hidup. Dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, puluhan mahasiswa sudah membentuk antrean rapi. Tujuannya sederhana: mendapatkan paket Sahur Berkah.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian Ramadhan Berbagi 2026 yang digagas oleh komunitas alumni ITS93. Paket sahur berupa makanan dan minuman dibagikan kepada mahasiswa yang masih bertahan di sekitar kampus mulai dari penghuni asrama, mahasiswa yang tengah menyelesaikan pekerjaan di laboratorium, hingga mahasiswa dari luar Jawa dan luar negeri yang tidak mudik pada Ramadan kali ini.
Fenomena antre sahur di kampus sebenarnya bukan sesuatu yang lazim. Namun di pekan terakhir Ramadan, kondisi di sekitar kampus memang sedikit berbeda.
Banyak warung makan yang biasanya ramai oleh mahasiswa mulai mengurangi aktivitasnya bahkan beberapa memilih tutup sementara karena masa perkuliahan telah berakhir dan mahasiswa mulai pulang ke kampung halaman.
Tak heran, ketika paket sahur dibagikan, hanya butuh waktu kurang dari 15 menit hingga semuanya habis.
Di tengah antrean itu, Rezin mahasiswa yang tinggal di Perumdos ITS mengaku cukup terbantu dengan adanya program tersebut.
“Semoga ITS93 dan IKA ITS diberi kelancaran, dan ke depannya bisa lebih sering berbagi seperti program Ramadhan kali ini,” ujarnya.
Bagi mahasiswa yang belum pulang kampung, sahur kadang bukan sekadar soal makan sebelum subuh, tetapi juga tentang mencari tempat yang masih buka di tengah kampus yang mulai sepi.
Ketua Panitia Ramadhan Berbagi 2026, Alfiyatussholichah, menjelaskan bahwa program Sahur Berkah memang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Program ini ditujukan bagi mahasiswa yang masih berada di kampus—baik di asrama, laboratorium, maupun di sekitar ITS terutama mahasiswa dari luar Jawa atau luar negeri yang belum bisa pulang saat Ramadan,” jelasnya.
Menurut Alfi, sapaan akrabnya, program Sahur Berkah bersama kegiatan buka puasa bersama direncanakan berlangsung hingga akhir Ramadan.
“Semoga membawa keberkahan bagi semuanya. Kami juga berterima kasih kepada para donatur, relawan, dan mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam program Ramadhan Berbagi ini,” katanya.
Program sosial ini tidak berdiri sendiri. Kegiatan Ramadhan Berbagi 2026 merupakan kolaborasi antara berbagai elemen kampus dan mitra, mulai dari Direktorat Kemahasiswaan ITS, IKA ITS, hingga komunitas mahasiswa dan lembaga sosial.
Hidup Firmansyah dari Bidang Sosial Kemasyarakatan ITS93 menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini cukup beragam. Selain Sahur Berkah dan buka puasa bersama, juga digelar donor darah Ramadan, layanan konseling gratis, hingga santunan bagi janda dan anak yatim.
“Hingga 13 Maret 2026, sudah lebih dari 3.062 paket buka puasa dan sahur yang kami bagikan,” jelasnya.
Bagi sebagian orang, angka itu mungkin hanya statistik kegiatan sosial. Namun bagi mahasiswa yang masih terjaga di dini hari, antre sahur di depan sekretariat alumni mungkin menyimpan cerita kecil tentang kebersamaan di kampus ketika Ramadan membuat orang-orang yang berbeda latar belakang berkumpul dalam satu antrean yang sama.
Dan di kampus yang mulai lengang menjelang libur panjang, sahur bersama itu menjadi pengingat sederhana: kadang yang paling dicari mahasiswa di akhir Ramadan bukan hanya makanan sahur, tetapi juga rasa kebersamaan.








