Safari Ramadan Ketua DPRD Pasuruan di SDN Bulusari

Berita, Sosial27 Dilihat

PASURUAN, tretan.news — Menjelang akhir Ramadan 2026, halaman SDN Bulusari 1 di Kecamatan Gempol tampak sedikit lebih ramai dari biasanya. Ratusan siswa, para guru, wali murid, hingga tokoh masyarakat berkumpul dalam sebuah kegiatan yang disebut Safari Ramadan.

Di antara kerumunan itu hadir Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa yang akrab disapa “Lek Sul” itu datang bukan hanya membawa sambutan, tetapi juga sejumlah pesan tentang pentingnya hubungan harmonis antara orang tua dan guru.

Bagi dunia pendidikan, pesan semacam itu sebenarnya bukan hal baru. Namun Ramadan sering kali menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan kembali hal-hal mendasar yang kadang terlupakan di tengah kesibukan sehari-hari.

“Perlu dipahami bersama bahwa untuk mencetak generasi yang pintar dan saleh tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Perlu kolaborasi yang intens antara orang tua dan guru,” ujar Samsul di hadapan para hadirin.

Safari Ramadan sendiri, sebagaimana namanya, memang sering menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Di sana ada dakwah, dialog, sekaligus jika beruntung kesempatan menyerap aspirasi warga secara langsung.

Di sekolah dasar seperti SDN Bulusari 1, suasana kegiatan tentu terasa lebih sederhana, bahkan cenderung hangat. Setelah berbuka puasa bersama dan melaksanakan salat tarawih, anak-anak terlihat menikmati momen yang jarang mereka temui dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Menurut Samsul, kegiatan seperti ini juga memiliki nilai pendidikan tersendiri bagi para siswa.

“Kegiatan di bulan Ramadan ini mengajarkan kedisiplinan, kejujuran, dan menumbuhkan kepekaan sosial, terutama melalui kegiatan berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi perkembangan anak-anak, tidak hanya dalam urusan akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter.

“Kami mengajak para orang tua untuk istiqomah mendoakan putra-putrinya setelah salat lima waktu. Anak-anak juga harus patuh kepada guru agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat,” tambahnya.

Sebagai penutup acara, Samsul melontarkan beberapa pertanyaan kuis seputar Ramadan kepada para siswa. Metode sederhana itu membuat suasana menjadi lebih meriah dan, setidaknya untuk beberapa menit, pelajaran Ramadan terasa seperti permainan yang menyenangkan.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SDN Bulusari 1, Abdul Rokhman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang melibatkan berbagai unsur masyarakat di sekitar sekolah.

“Kegiatan ini melibatkan wali murid, komite sekolah, kepala desa, serta tokoh masyarakat. Kami juga mengundang Ketua DPRD yang selama ini telah memberikan kontribusi bagi sekolah,” ujarnya.

Selain kegiatan keagamaan, pihak sekolah bersama para guru dan siswa juga mengadakan pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami menyalurkan sekitar 140 paket sembako. Sebanyak 84 paket diberikan kepada siswa kurang mampu, sedangkan sisanya kami bagikan kepada warga sekitar sekolah,” jelas Abdul Rokhman.

Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan kebersamaan, kegiatan seperti ini mungkin tidak mengubah dunia pendidikan secara drastis.

Namun setidaknya, di sebuah sekolah dasar di Bulusari, ada satu sore yang diisi dengan doa, tawa anak-anak, dan pengingat sederhana bahwa pendidikan memang urusan bersama bukan hanya milik ruang kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *