Remaja Autisme di Malang Produksi 1.000 Botol MAC Water per Hari

Berita137 Dilihat

Malang, Tretan.News – Suara mesin pengisi air terdengar pelan di ruang produksi Malang Autism Center (MAC). Di dekatnya, dua remaja autisme tampak fokus menata botol-botol air minum ke dalam kemasan kardus.

Di tempat inilah MAC Water diproduksi, sebuah lini usaha yang unik karena menempatkan remaja autisme bukan sebagai objek bantuan, melainkan motor utama dalam proses produksi hingga administrasi.

Founder MAC, Mohammad Cahyadi, mengatakan konsep tersebut sengaja dibangun untuk membuktikan bahwa anak autisme mampu bekerja secara produktif jika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat.

“Investasi ini sangat layak. Anak-anak yang biasanya dilatih menggoreng saja bisa, apalagi mengoperasikan mesin yang hanya perlu menekan tombol,” ujar Cahyadi.

Menurutnya, proses pembelajaran berlangsung cukup cepat. Remaja autisme di pusat terapi tersebut hanya membutuhkan sekitar tiga hari untuk menguasai tahapan produksi.

Saat ini, MAC Water mampu memproduksi hingga 1.000 botol air minum per hari dengan melibatkan tiga tenaga kerja inti.

Dua di antaranya, Aan dan Asdin, bahkan telah menjadi karyawan resmi MAC yang bekerja selama delapan jam setiap hari.

Selain menerima gaji rutin, keduanya juga mendapatkan bonus tambahan setiap kali ada proyek besar yang masuk.

Cahyadi menegaskan unit bisnis tersebut dirancang sebagai bagian dari ekosistem kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.

Ia membayangkan ke depan semakin banyak peran yang bisa diisi oleh mereka, mulai dari pengelolaan produksi hingga bidang lain seperti pengelolaan konten media sosial.

Berbeda dengan merek air minum dalam kemasan pada umumnya, MAC Water menerapkan strategi pemasaran berbasis komunitas.

Produk ini tidak dipasarkan di warung-warung konvensional, melainkan menyasar komunitas, instansi, serta kegiatan sosial masyarakat.

“Target kami adalah perusahaan, ibu-ibu pengajian, hingga acara tahlilan. Kami tidak menjual ke warung agar tetap menjaga nilai sosialnya,” jelas Cahyadi.

MAC Water dijual dengan harga Rp30.000 per karton yang berisi 24 botol ukuran 330 mililiter.

Melalui inisiatif ini, Cahyadi juga mengajak perusahaan-perusahaan besar untuk mengubah pola pendekatan dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurutnya, dukungan terhadap kelompok disabilitas tidak harus selalu berupa bantuan dana, tetapi juga dapat dilakukan dengan membeli produk yang mereka hasilkan.

“Perusahaan bisa menyisihkan sebagian kebutuhan air minum karyawannya untuk membeli dari MAC Water. Itu sudah bentuk CSR nyata yang menghidupi lapangan kerja anak-anak ini,” katanya.

Meski baru berjalan dalam hitungan minggu, Cahyadi optimistis unit usaha tersebut memiliki potensi berkembang lebih besar.

Ia berharap pemerintah daerah turut mendorong terbentuknya ekosistem kerja inklusif yang memberikan kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bekerja secara mandiri.

“Kami dari sektor swasta sudah membuktikan bahwa anak autisme bisa bekerja dan mandiri. Sekarang tinggal kemauan pemerintah untuk benar-benar mengurus warga disabilitasnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *