SURABAYA, tretan.news – Senja mulai turun di kawasan Tunjungan, Surabaya, Selasa (10/3/2026). Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kota, sekelompok orang terlihat berkumpul dengan wajah penuh semangat.
Mereka adalah anggota dan pengurus Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Madura Nusantara yang sore itu menggelar kegiatan arisan mingguan yang dirangkai dengan aksi sosial Ramadan.
Bukan sekadar pertemuan rutin organisasi, kegiatan tersebut berubah menjadi ruang berbagi. Di bulan yang kerap disebut sebagai bulan penuh berkah, para anggota Ormas Madura Nusantara memilih menghadirkan kepedulian melalui pembagian takjil, buka puasa bersama, hingga santunan bagi anak-anak yatim dan piatu.
Menjelang waktu berbuka, para anggota terlihat sibuk menyiapkan paket takjil. Sebagian berdiri di tepi jalan, menyapa masyarakat yang melintas, lalu menyerahkan makanan ringan untuk berbuka puasa.
Suasana hangat pun terasa ketika masyarakat menerima takjil tersebut. Senyum dan ucapan terima kasih dari para penerima menjadi gambaran sederhana tentang arti berbagi di bulan Ramadan.
H. Muchsin Sekretaris DPC Madura Nusantara (MANTRA) mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya agenda organisasi, melainkan juga bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus berbagi dengan sesama. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan manfaat, baik bagi anggota maupun masyarakat,” ujar Muchsin.
Setelah kegiatan berbagi takjil, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Para anggota, tamu undangan, serta anak-anak yatim duduk bersama menikmati hidangan sederhana dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran tamu undangan, salah satunya Neng Lia dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari para anggota yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Namun, momen yang paling menyentuh dalam kegiatan ini terjadi ketika santunan diberikan kepada anak-anak yatim dan piatu. Dengan penuh perhatian, para pengurus menyerahkan bantuan secara langsung kepada mereka.
Bagi anak-anak tersebut, santunan itu bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga wujud perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitar.
M. Ali Ketua PAC Tegalsari Madura Nusantara (MANTRA) berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya pada bulan Ramadan tetapi juga pada kesempatan lainnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Selain mempererat solidaritas antar anggota, ini juga menjadi cara kami untuk tetap hadir dan berbagi dengan masyarakat,” Jelas Ali.
Di tengah kehidupan kota yang bergerak cepat, kegiatan sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial tetap memiliki tempat penting di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Ormas Madura Nusantara ingin menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga dapat berperan aktif dalam menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Senja di Tunjungan pun berakhir dengan suasana hangat. Di antara tawa, doa, dan kebersamaan, nilai gotong royong yang menjadi bagian dari budaya masyarakat terasa kembali hidup.








