Pos Kedungdung PDPKH Jemput Bola, Bantuan PKH Diantar ke Warga yang Tinggal di Rumah Reyot

Berita, Sosial20 Dilihat

SAMPANG | Tretan.News — PT Pos Cabang Kedungdung bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang tidak mampu mengambil secara mandiri, Jumat (10/4/2026) pagi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Mereka tidak sekadar menyalurkan bantuan.

Dengan langkah kaki menyusuri jalan desa, bantuan PKH dan sembako tunai diantarkan langsung ke rumah warga yang tak lagi mampu datang mengambil haknya, mereka yang sakit, lanjut usia, bahkan hidup sebatang kara.

 

Dua di antaranya adalah Ibu Muna (59) dan Heri (52). Keduanya tinggal di sebuah gubuk reyot yang jauh dari kata layak. Dindingnya berlubang dimakan usia, atapnya nyaris rapuh, dan tak ada keluarga yang menemani hari-hari mereka.

Dalam kondisi sakit dan keterbatasan fisik, bantuan itu menjadi lebih dari sekadar materi, melainkan perhatian dan kepedulian.

Kepala Pos Cabang Kedungdung, Fakhrur Rosi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pihaknya agar bantuan benar-benar tersalurkan tepat sasaran.

“Jika ada penerima yang sebatang kara, sakit, dan tidak bisa mengambil langsung, kami akan datangi secara door to door,” ungkapnya.

Menurutnya, pelayanan jemput bola ini bukan hanya soal penyaluran, tetapi juga memastikan bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.

Rosi menyebutkan, total penerima bantuan di wilayah Kecamatan Kedungdung mencapai 2.524 orang, dengan realisasi penyaluran yang telah mencapai sekitar 90 persen.

“Untuk sisanya, jika belum diambil, akan kami kembalikan sesuai prosedur. Namun kami pastikan penyaluran berjalan sesuai aturan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pendamping PKH Desa Gunung Eleh, Sholehudin, mengungkapkan bahwa secara umum bantuan di wilayahnya telah tersalurkan.

Namun, masih ada beberapa penerima yang tidak bisa mengambil secara langsung karena faktor usia, serta satu penerima yang telah meninggal dunia.

“Hari ini kami sengaja datang langsung untuk menyerahkan bantuan kepada Ibu Muna dan Bapak Heri di rumahnya, karena kondisi mereka memang tidak memungkinkan,” tuturnya.

Sholehudin yang dikenal memiliki kepedulian sosial tinggi itu juga menyampaikan harapannya agar program yang telah berjalan dapat terus dijaga, terlebih dirinya kini mendapat tugas di desa lain.

“Saya berharap apa yang sudah dibangun di sini tetap dikawal dan dipantau, agar masyarakat yang membutuhkan tetap mendapat perhatian,” ucapnya penuh harap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *