POLSEK SIMOKERTO Mendapatkan Serangan Fajar Dari Awak Media Terkait Adanya Korban Meninggal Dunia

Hukum, Kriminal583 Dilihat

Surabaya, tretan.news – Nahas aksi pelaku curanmor bernasib malang oleh amokan Massa di Jl.Sidodadi, pada hari selasa (5/9/23) Sore hari. Dua dari pelaku curanmor tersebut yang salah satu dari pelaku yang hendak mencuri motor warga itu mendapat bogeman dari warga.

Dari satu pelaku yang tak sempat mencuri lalu, ketahuan oleh warga itu bernama Aminullah, warga asal Madura. Yang meninggal dunia pada saat dirawat, di RS.Soewandi Surabaya.

Ketika awak media mengkonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Simokerto Ipda Lutfi melalui pesan singkat di WhatsApp, membenarkan adanya kejadian curanmor.

“Mohon ijin komandan, mau konfirmasi terkait pelaku curanmor yang meninggal di RS.Soewandhi. Siap mas, pelaku di amankan sama massa di Jl.Sidodadi. Pada saat diamankan posisi sudah di massa,” terangnya.

“Lanjut Ipda Lutfi. Informasi masyarakat pelaku berboncengan namun, yang diamankan sama massa hanya satu orang. Lalu Langkah selanjutnya, dari pihak Polsek Simokerto bagaimana komandan. Dari pihak keluarga sudah menerima mas, karena kasusnya pencurian sepeda motor hingga membawa kembali jenazahnya ke madura,” Lanjutnya.

Berdasarkan photo yang beredar Aminullah di borgol tangannya dari belakang dan matanya ditutup lakban, menurut keterangan dari ketua umum AMI Baihaki Akbar yang sebagai perwakilan pihak keluarga mempertanyakan jedah waktu Jm 05 s.d Jm 07 lebih 15 menit Sebelum dibawa ke rumah sakit apa yang dilakukan oleh teman-teman Reskrim.

Satu Baihaki Akbar mempertanyakan karna di dalam Mako itu masik di borgol yang kedua di lakban berdasarkan pengalaman-pengalaman pengakuan teman-teman mantan napi dan yang lain termasuk informasi dari kanan kiri, banyak kejadian paling tidak disitu terjadi penembakan, paling tidak terjadi pemukulan, Baihaki Akbar untuk apa tujuannya untuk di kembangkan.

Evaluasi jeda waktu ini jam 5 sore sampai jam 07.15 menit ini harus dipecahkan jangan dibiarkan karena Aminullah sendiri jam 7 lebih 15 menit itu mengeluh dadanya sakit, terus dibawa ke rumah sakit, setelah dibawa ke rumah sakit ditangani berselang waktu kurang lebih 30 menit dia sudah dinyatakan meninggal dunia, kalau penyebabnya sendiri Baihaki Akbar tidak tahu.” Ujarnya

Untuk dugaan dari pihak keluarga anggota dan ketua umum AMI mempertanyakan jedah waktu tadi jam 05 s.d jam 07 ini apa yang di lakukan oleh teman-teman Reskrim, beredar foto saudara kami ini di Borgol tangannya di belakang dan matanya di tutup lakban, jadi saudara Aminullah bersender kepalanya ke kursih ini harus di pecahkan oleh Bapak Kapolsek, Baihaki Akbar ketua umum AMI berserta anggotanya dan pihak dari keluarga Aminullah bersepakat untuk menempu jalur proses untuk mengadukan ke Propam seperti kejadian yang di Tanjung perak kemarin.

menurut keterangan dari warga sekitar ada pemukulan tapi tidak ada luka lebam, termasuk ada salah satu anggota kami dari aliansi Madura Indonesia juga menyampaikan bahwa saat penyerahan ke Kapolsek Simokerto itu dalam keadaan normal dan dalam keadaan tidak ada luka lebab, tadi Baihaki Akbar juga menujukan kepada Bapak Kapolsek setelah dinyatakan meninggal dunia di daerah mata Aminullah ada luka lebab hitam, bapak tidak bisa menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *