Polres Bangkalan Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekan Angka Kecelakaan

Berita, TNI / Polri165 Dilihat

BANGKALAN, tretan.news — Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai langkah awal mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Apel berlangsung di Lapangan Apel Polres Bangkalan, Senin (2/2/2026).
Apel dipimpin Wakapolres Bangkalan, Kompol Hj. Hosna Nurhidayah, S.H., M.H., dan diikuti personel gabungan lintas sektoral, meliputi unsur TNI (Kodim 0829, Denpom, Kogartapm, dan Lanal Batuporon), Polri, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan.

Dalam amanatnya, Kompol Hosna menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi persoalan serius di Jawa Timur.

“Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Jawa Timur dengan 10 korban meninggal dunia. Angka ini menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas masih perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Kompol Hosna saat membacakan amanat Kapolda Jawa Timur.

Ia menambahkan, tingginya angka kecelakaan erat kaitannya dengan rendahnya kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan.

“Perilaku pengendara yang tidak tertib berlalu lintas masih menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan, termasuk yang berujung fatal,” lanjutnya.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 5.020 personel gabungan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.”

Menutup arahannya, Kompol Hosna menekankan pentingnya profesionalisme, etika, serta pendekatan humanis dalam pelaksanaan operasi. Ia juga mengingatkan seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca yang tidak menentu, yang dapat berdampak pada keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan soliditas seluruh unsur, baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan sebagai ibadah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *