PASURUAN, tretan.news — Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Tahun 2025, Senin (15/12/2025) pagi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Gedung Maslahat, Kompleks Perkantoran Pemkab Pasuruan, dan dipimpin langsung oleh Bupati Pasuruan, Muhamad Rusdi Sutejo.
Apel yang dimulai pukul 07.00 WIB itu diikuti oleh personel BPBD, relawan kebencanaan, serta unsur lintas sektor terkait.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Bupati Rusdi Sutejo menegaskan, apel kesiapsiagaan merupakan langkah strategis guna menjamin respons cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika bencana terjadi.
“Melalui apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan ini, kami ingin memastikan seluruh personel serta sarana pendukung benar-benar siap digunakan sewaktu-waktu, demi keselamatan masyarakat Kabupaten Pasuruan,” tegas Rusdi Sutejo.
Selain pelaksanaan apel, kegiatan juga dirangkai dengan pemeriksaan dan gelar peralatan kebencanaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi kesiapan operasional BPBD dan relawan, sekaligus memastikan seluruh peralatan dalam kondisi layak dan berfungsi optimal saat dibutuhkan di lapangan.

Dalam sambutannya, Bupati Rusdi turut menyinggung kondisi kebencanaan di Kabupaten Pasuruan. Ia menyebut, meskipun kejadian bencana berskala besar cenderung menurun, potensi bencana kecil atau minor masih perlu diwaspadai bersama.
“Kebencanaan yang sifatnya minor masih ada. Namun normalisasi besar-besaran yang kita lakukan tahun ini sudah mengurangi risiko, termasuk di wilayah,Rekoso, Kali Anyar dan Bangil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rusdi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah merencanakan normalisasi lanjutan pada sejumlah aliran sungai guna meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi.
“Untuk Sungai Wrati dan anak Sungai Wrati, akan kita lakukan normalisasi pada tahun depan,” imbuhnya.
Terkait kesiapan sarana pendukung, Bupati Rusdi menyatakan bahwa peralatan kebencanaan milik BPBD Kabupaten Pasuruan saat ini tergolong memadai dan akan terus ditingkatkan seiring perkembangan teknologi.
“Peralatan BPBD saat ini lumayan lengkap, dan akan terus kita modernisasi agar semakin efektif dalam penanganan bencana,” katanya.
Di akhir arahannya, Bupati Rusdi mengimbau seluruh elemen, baik relawan maupun masyarakat, untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan potensi bencana di wilayah masing-masing.
“Ketika ada potensi bencana, segera laporkan. Kita harus tetap waspada karena kita tidak pernah tahu kapan bencana datang, meskipun sebagian bisa diprediksi,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga berencana mengembangkan early warning system berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari penguatan sistem mitigasi bencana.
“Ke depan kita akan merasakan sistem peringatan dini berbasis AI, termasuk CCTV dengan teknologi yang mampu membantu memprediksi potensi bencana,” pungkas Rusdi Sutejo.







