SAMPANG, Tretan.News — Pendamping Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Kementerian Sosial RI wilayah Kecamatan Kedungdung dan Omben, Nur Fadilah, melakukan kegiatan asesmen pengajuan bantuan alat bantu disabilitas serta Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berbasis residensial tahun 2026 dari Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta Dirjend. Rehsos Kemensos RI. kepada masyarakat Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Senin (9/2/2026).
Kegiatan asesmen tersebut dilaksanakan secara door to door dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, pendamping PKH, tokoh masyarakat, hingga pemuda Karang Taruna Desa Batoporo Barat, guna memastikan data calon penerima bantuan benar-benar akurat dan tepat sasaran.
“Asesmen ini kami lakukan langsung ke rumah warga agar kondisi calon penerima dapat kami lihat secara nyata dan sesuai dengan data yang diajukan,” ujar Nur Fadilah di sela-sela kegiatan.
Dalam asesmen tersebut, Nur Fadilah mendata pengajuan bantuan bagi penyandang disabilitas berat, yang meliputi kaki atau tangan palsu, kursi roda manual, kursi roda untuk cerebral palsy, serta alat bantu dengar.
Program ini merupakan bagian dari usulan Kementerian Sosial RI yang mulai dibuka sejak 6 Januari 2026.
Selain itu, asesmen juga mencakup ATENSI berbasis residensial tahun 2026, berupa bantuan sembako lengkap dan nutrisi, yang diperuntukkan bagi kluster disabilitas, kluster lansia tunggal usia minimal 65 tahun, kluster anak yatim, korban penyalahgunaan NAPZA, kluster dengan HIV, serta klaster rentan.

Di Desa Batoporo Barat sendiri, jumlah data sementara hasil asesmen mencapai sekitar 50 hingga 70 calon penerima.
Seluruh calon penerima diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi, seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, keterangan jenis disabilitas atau kategori PPKS, masuk dalam desil 1–4, serta dokumentasi foto kondisi penerima.
Namun, dalam proses asesmen di lapangan masih ditemukan kendala, salah satunya ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi warga dengan kategori desil yang tercatat. Menyikapi hal tersebut, Nur Fadilah mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Jika kami menemukan warga yang secara kondisi sangat layak tetapi desilnya tinggi, kami langsung koordinasi dengan dinas agar bisa dicarikan solusi terbaik,” jelasnya.
Ia menegaskan, keterlibatan berbagai unsur dalam asesmen ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan data sekaligus memastikan bantuan sosial dari Kementerian Sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Harapannya, bantuan yang nanti turun bisa tepat sasaran dan benar-benar membantu warga Desa Batoporo Barat,” pungkasnya.







