SAMPANG, Tretan.News — Proses pencairan Dana Desa (DD) tahap II di Kabupaten Sampang terpaksa tersendat akibat gangguan pada aplikasi pencairan milik pemerintah pusat. Dampaknya, ratusan desa belum bisa mengakses anggaran yang seharusnya sudah turun sejak beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, hingga akhir November 2025, terdapat 137 desa yang belum menerima pencairan Dana Desa, sementara 43 desa lainnya berhasil mencairkan terlebih dahulu sebelum sistem pusat mengalami hambatan.
Kepala DPMD Sampang, Yudi Adidarta, menjelaskan bahwa penyebab tertahannya pencairan tersebut berasal dari error pada Om-Span, aplikasi resmi pencairan yang dikelola pemerintah pusat. Akibatnya, pemerintah daerah tidak dapat melakukan tindakan apa pun kecuali menunggu perbaikan sistem.
“Sistem dari pusat sedang error, sehingga kami tidak bisa login. Dananya pun belum masuk ke rekening desa,” tutur Yudi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/11/2025).
Yudi mengungkapkan, hingga 18 September 2025, proses pengajuan masih berjalan lancar. Desa yang lebih awal mengajukan pencairan langsung diproses karena Om-Span saat itu masih berfungsi normal.
Namun beberapa hari setelahnya, aplikasi tersebut tidak lagi dapat diakses. Situasi ini membuat anggaran tahap II tertahan di pusat dan belum bisa diteruskan ke desa-desa.
“Aplikasinya tidak dapat dibuka sampai sekarang. Kami juga belum mendapatkan informasi resmi dari pusat terkait kapan sistem bisa normal kembali,” tambahnya.
Meski demikian, Yudi memastikan bahwa pencairan anggaran ketahanan pangan tetap berjalan, karena mekanismenya tidak melalui sistem yang sedang bermasalah tersebut.
DPMD Sampang menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dan mengikuti perkembangan dari pusat. Pemerintah desa diminta tetap bersabar sembari menunggu pemulihan akses sistem.







