Ngabuburit Sambil Naik Kelas, lebih dari 150 UMKM Jatim Serbu Tunjungan

Berita57 Dilihat

SURABAYA, Tretan.News – Cara ngabuburit paling produktif ada di Surabaya. Komunitas UMKM Jawa Timur, Markas UKM, menggelar “Ngabuburit UMKM” di Tunjungan Electronic Center (TEC), Selasa (24/02/2026). Lebih dari 150 pelaku UMKM se-Jawa Timur tumplek blek sejak pukul 14.00 WIB hingga menjelang maghrib.

Bukan sekadar nunggu adzan, acara ini dikemas padat isi. Mulai dari edukasi literasi keuangan, BisnisTalk UMKM Naik Level, motivasi tokoh nasional, hiburan line dance, hingga tebar 250 paket takjil langsung di depan TEC, Jalan Tunjungan.

Di sesi literasi keuangan, Dwi Hardianto dari BFI Finance Surabaya mengupas tuntas peluang dan aturan permodalan bagi UMKM. Peserta diajak melek finansial supaya tak salah langkah saat mengakses pembiayaan.

Masuk ke sesi BisnisTalk yang dipandu Koko Mahargyo, Ketua Markas UKM, diskusi makin hangat. Hadir sebagai narasumber Dadang Bagus Setiyobudi dari Fluence.ID serta Amdex Dwi Satyo Yudho, Pendamping Halal Surabaya. Tema yang diangkat jelas: UMKM harus naik kelas.

Strateginya? Go Digital lewat konten kreator marketing dan Go Modern lewat kelengkapan perizinan usaha. Pesannya tegas, UMKM tak cukup hanya jualan, tapi juga harus melek branding dan legalitas.

Suasana makin cair saat Srikandi Markas UKM tampil line dance tiga kali. Peserta pun ikut bergoyang, ngabuburit jadi makin seru.

Sesi yang paling ditunggu hadir saat Lia Istifhama, anggota DPD/MPR RI yang akrab disapa Ning Lia, naik ke panggung. Ia memberi suntikan motivasi agar UMKM terus bertumbuh.

“UMKM bisa tumbuh dengan berbagai cara. Yang paling utama penjualannya harus terus naik. Sinergi dengan berbagai pihak dibutuhkan. Saya akan bantu komunikasikan dengan dinas terkait agar Markas UKM bisa bersinergi,” ujar Ning Lia.

Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar kumpul-kumpul.

“Mumpung Ramadhan, kami ajak sedulur Markas UKM meraih berkahnya secara maksimal. Ngabuburit diisi kegiatan positif, belajar, upgrade diri, dapat motivasi, sekaligus berbagi takjil,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, mulai dari Rumah Literasi Digital, BFI, Cheers, TEC hingga Fluence.ID.

Menjelang berbuka, peserta bersama Ning Lia dan pengurus Markas UKM turun langsung membagikan 250 paket takjil di depan TEC. Aksi sosial ini pun disambut hangat masyarakat yang melintas di Jalan Tunjungan.

Joko, peserta asal Kediri, mengaku rela datang jauh-jauh demi ikut acara tersebut.

“Acaranya sangat bermanfaat buat pelaku UMKM. Makanya saya datang walau dari Kediri. Markas UKM memang selalu bikin acara keren,” pungkasnya.

Ngabuburit kali ini bukan cuma soal menunggu waktu berbuka. Tapi soal bagaimana UMKM Jatim terus bergerak, berproses, dan naik kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *