Miskomunikasi dengan Keluarga Pasien, RSUD Grati dan Pihak Desa Saling Memaafkan

Berita, Sosial318 Dilihat

PASURUAN, Tretan.News – Viral di media sosial video yang menampilkan keluarga pasien meninggal di RSUD Grati kecewa karena tidak diperbolehkan meminjam brankar (tandu) untuk memindahkan jenazah ke ambulans desa.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore (12/11/2025) itu ternyata disebabkan oleh miskomunikasi antara petugas rumah sakit dan pihak keluarga.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pasien meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB. Sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga pasien meminta agar jenazah segera dipulangkan menggunakan ambulans desa.

Namun, karena brankar ambulans desa tidak memiliki roda, keluarga bermaksud meminjam brankar milik rumah sakit.

Petugas rumah sakit yang saat itu menunggu kedatangan brankar dari ambulans RSUD—yang sedang digunakan untuk merujuk pasien lain—mengira keluarga akan menunggu.

Akibat kesalahpahaman itu, keluarga merasa tidak diperbolehkan meminjam brankar RSUD, dan akhirnya menggunakan brankar ambulans desa yang rusak.

Direktur RSUD Grati, drg. Dyah Retno Lestari, M.Kes., langsung merespons kejadian tersebut dengan mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus permohonan maaf kepada keluarga pasien.

“Begitu kami menerima laporan, kami segera melakukan klarifikasi di lapangan. Kami memastikan seluruh petugas memahami bahwa pelayanan terhadap keluarga pasien meninggal adalah bagian penting dari empati dan tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Dyah Retno, Kamis (13/11/2025).

Ia juga berkunjung ke rumah Kepala Desa Rembang, Abah Sholeh, yang diketahui merupakan keluarga dari almarhumah, untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Menanggapi hal itu, Kades Sholeh mengapresiasi sikap tanggap RSUD Grati dan menyampaikan bahwa insiden tersebut murni karena miskomunikasi.

“Saat itu saya sangat sedih, karena yang meninggal adalah menantu keponakan saya sendiri. Mobil ambulans desa itu bahkan saya setir sendiri. Semua ini hanya karena salah paham antara petugas rumah sakit dengan kami,” ujarnya.

“Sekali lagi kami juga mohon maaf. Ke depan semoga semua pihak bisa saling introspeksi demi kebaikan bersama,” tambahnya.

Pihak manajemen RSUD Grati menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, khususnya dalam penanganan pasien meninggal dunia.

“Kejadian ini menjadi bahan introspeksi kami untuk meningkatkan mutu pelayanan publik. Evaluasi akan kami lakukan secara internal agar tidak terulang kembali,” tutur drg. Dyah Retno.

“Kami mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam pelayanan. InsyaAllah ke depan kami akan memperbaiki sistem agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, ramah, dan maksimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *