MAC Malang Kembali Gelar Nasi Berkah Ramadan, Ribuan Paket Tersalurkan

Berita, Sosial79 Dilihat

MALANG, tretan.news Program sosial Nasi Berkah Ramadan yang digagas Malang Autism Center (MAC) kembali digelar pada Ramadan 2026. Kegiatan berbagi makanan berbuka puasa tersebut tidak hanya menjadi aksi sosial bagi masyarakat, tetapi juga sarana pembelajaran keterampilan hidup bagi anak-anak autisme yang mengikuti terapi dan pendidikan di pusat tersebut.

Dalam 15 hari pertama pelaksanaan, sejak 19 Februari hingga 5 Maret 2026, tim MAC telah menyalurkan sedikitnya 15.700 paket nasi berkah kepada masyarakat. Paket makanan berbuka puasa itu didistribusikan setiap hari ke sekitar 30 masjid di berbagai wilayah Kota Malang dan sekitarnya untuk membantu menyediakan menu takjil bagi para jamaah.

Program tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak pertama kali digelar pada 2023. Pada tahun pertama pelaksanaannya, sekitar 1.100 kotak nasi berhasil dibagikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.200 kotak pada Ramadan 2024, dan melonjak hingga 11.000 kotak pada Ramadan 2025.

Pendiri MAC, Mohammad Cahyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai program berbagi, tetapi juga sebagai metode pembelajaran praktis bagi anak-anak autisme.

“Program Nasi Berkah bukan hanya tentang berbagi makanan. Anak-anak belajar memasak, mengemas, hingga mendistribusikan makanan. Proses tersebut melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kemandirian mereka,” ujar Cahyadi.

Seluruh proses produksi makanan melibatkan para siswa autisme yang didampingi oleh terapis. Dalam kegiatan tersebut, mereka mempraktikkan berbagai tahapan kerja secara langsung, mulai dari menyiapkan bahan makanan, proses memasak, pengemasan nasi berkah, hingga membantu distribusi ke lokasi-lokasi penyaluran.

Pada Ramadan tahun ini, MAC juga memperkenalkan inovasi baru berupa produk air minum dalam kemasan bertajuk MAC Water. Proses pengisian dan pengemasan air minum tersebut juga dijadikan bagian dari pelatihan keterampilan bagi para siswa.

Setiap harinya sekitar 10 siswa terlibat secara langsung dalam proses produksi. Mereka mendapatkan pembagian tugas yang berbeda agar terbiasa bekerja secara terstruktur serta memahami proses kerja secara bertahap.

Menurut Cahyadi, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun learning center yang tidak hanya berfokus pada terapi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan kerja bagi anak-anak autisme.

“Anak-anak memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan kesempatan dan pendampingan yang tepat, mereka dapat berkarya dan memberi kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan relawan yang terus mendukung keberlangsungan program tersebut. Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting yang memungkinkan kegiatan berbagi sekaligus pelatihan keterampilan ini terus berjalan setiap tahun.

Melalui program Nasi Berkah Ramadan, MAC berharap masyarakat semakin memahami bahwa anak-anak autisme memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan menjadi bagian aktif dari lingkungan sekitarnya.

Program tersebut membawa pesan sederhana namun kuat: satu kotak nasi yang dibagikan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan saat berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol harapan, kemandirian, dan keberkahan yang mengalir bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *