BANGKALAN, tretan.news – Dugaan penyalahgunaan aset milik pemerintah daerah di Kelurahan Tonjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, memasuki babak baru setelah pernyataan camat setempat memicu sorotan publik dan potensi proses hukum.
Camat Burneh disebut mengungkap adanya praktik penyewaan aset Pemda oleh lurah tanpa setoran resmi ke kas daerah. Dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disebut berlangsung bertahun-tahun itu kini menuai respons keras dari berbagai pihak.
Ketua DPC Bangkalan LSM Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM), Tomi, menilai pernyataan camat bukan sekadar klarifikasi administratif, melainkan indikasi awal dugaan penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan keuangan negara.
“Statemen camat sudah sangat jelas. Jika benar aset Pemda disewakan bertahun-tahun tanpa masuk ke PAD, maka ini bukan lagi persoalan teknis, ini indikasi serius dugaan penyalahgunaan jabatan dan potensi kerugian negara,” tegas Tomi, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, praktik penyewaan aset tanpa mekanisme resmi dan transparansi setoran dinilai berpotensi melanggar prinsip tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Menurutnya, kondisi tersebut juga membuka dugaan adanya aliran dana yang tidak tercatat dalam sistem keuangan daerah.
“Kalau uang sewa tidak masuk kas daerah, lalu ke mana? Ini yang harus dibuka terang-benderang. Jangan sampai aset negara dikelola seolah-olah milik pribadi. PAD itu hak masyarakat Bangkalan,” ujarnya.
LSM FAAM menyatakan akan melayangkan laporan resmi kepada Aparat Penegak Hukum (APH) guna mendorong penyelidikan menyeluruh, mulai dari mekanisme sewa, alur pembayaran, hingga potensi kerugian daerah.
“Kami akan bawa persoalan ini ke ranah hukum. Semua harus diperiksa. Jangan ada yang kebal hukum. Siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Tonjung dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.
Publik kini menunggu kejelasan, apakah dugaan kebocoran PAD tersebut terbukti melalui proses hukum atau hanya berujung polemik tanpa kepastian.







