Laskar Tretan Perjuangan Bahas Branding, Hukum, dan Pendidikan Kader

Artikel, Berita, Sosial403 Dilihat

SURABAYA, Tretan.News – Laskar Tretan Perjuangan (LTP) kembali menunjukkan konsistensinya dalam menghidupkan ruang-ruang dialog dengan menggelar diskusi bulanan edisi ke-4 pada Jumat malam (19/9/2025).

Bertempat di Rumah Literasi Digital, Jalan Kaca Piring No. 6, Kecamatan Genteng, Surabaya, forum kali ini mengangkat tema “Branding: Daya Ungkit Utama untuk Kemajuan Organisasi”.

Ketua Umum LTP, Ainul Makin, menegaskan bahwa branding bukan sekadar urusan citra, melainkan juga strategi fundamental dalam memperkuat peran organisasi.

Menurutnya, branding memiliki kekuatan untuk mendorong organisasi berkontribusi lebih nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Branding adalah identitas yang bisa menggerakkan. Bagi organisasi kemasyarakatan, ini adalah daya ungkit untuk memperluas pengaruh positif, mempertegas visi kebangsaan, dan meneguhkan posisi organisasi di tengah dinamika bangsa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum LTP, Alwin Faruk, menekankan bahwa keberhasilan forum diskusi tidak dapat dilepaskan dari peran aktif seluruh anggota.

“Partisipasi aktif adalah bukti nyata semangat kebersamaan yang dapat memperkokoh organisasi sebagai pilar sosial dan kebangsaan,” katanya.

Diskusi rutin ini tidak hanya menjadi wadah internal untuk memperkuat kapasitas kader, tetapi juga ruang strategis dalam membangun kesadaran politik dan demokrasi di tingkat akar rumput. LTP berharap forum ini mampu menumbuhkan semangat kolektif dan membuka jalan bagi kontribusi yang lebih luas terhadap bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum LTP, Supratomo, menyoroti pentingnya merangkul tokoh Madura yang telah berkiprah di tingkat nasional untuk memberikan masukan bagi arah organisasi.

“Laskar Tretan Perjuangan perlu meminta masukan dari para tokoh Madura yang telah berkiprah di tingkat nasional, demi kemajuan dan perkembangan organisasi ke depan,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya penguatan anggota melalui pelatihan dan pendampingan hukum. Baginya, divisi advokasi harus mengambil peran sentral dalam menanamkan kesadaran hukum kepada kader.

“Divisi advokasi harus mampu memberikan pendidikan sadar hukum, agar pergerakan organisasi benar-benar sesuai dengan harapan,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Divisi Advokasi dan Hukum, Samsul Muarif, menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak kalah penting.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi prioritas agar setiap kader mampu menjaga nama baik organisasi.

“Peningkatan SDM, terutama dalam pendidikan karakter, sangat penting agar setiap anggota senantiasa membawa nama baik organisasi,” tutur Samsul.

Dengan rangkaian pandangan tersebut, diskusi bulanan LTP edisi ke-4 ini tidak hanya mengangkat isu branding sebagai penguatan organisasi, tetapi juga memperluas wacana menuju penguatan hukum, pendidikan karakter, dan keterlibatan tokoh bangsa untuk meneguhkan peran LTP dalam dinamika kebangsaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *