Komisi II DPRD Kabupaten Malang Kecam Hilangnya Foto Wabup Lathifah di Acara Perumda Tirta Kanjuruhan

Berita, Politik39 Dilihat

MALANG, Tretan.News, Foto Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib tidak terpasang dalam acara halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/tahun 2026 yang digelar Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, menjadi perbincangan khusus di elit politik Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Kebupaten Malang.

Lantaran dalam acara tersebut, tampak foto Bupati Malang, M, Sanusi justru berdampingan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar, sedangkan foto Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib tidak terpampang.

Hal ini yang menjadi sorotan tajam dari Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Kabupaten Malang.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, H. Ali Murtadlo, meminta Perumda Tirta Kanjuruhan melakukan permintaan maaf secara resmi dan terbuka terhadap Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, karena tidak adanya foto Wakil Bupati dalam acara tersebut.

“Kami meminta Perumda Tirta Kanjuruhan melakukan permintaan maaf ke beliau (Wakil Bupati) secara resmi dan terbuka,” ucapnya Senin (30/3/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Tadlo ini menegaskan, permintaan maaf tersebut hingga saat ini belum dilakukan oleh jajaran direksi Perumda Tirta Kanjuruhan.

“Tadi saya cek ke Wabup, belum ada permintaan maaf dari direksi Tirta Kanjuruhan. Untuk itu kami berharap kepada jajaran direksi Tirta Kanjuruhan untuk segera meminta maaf kepada Wakil Bupati secara langsung dan terbuka, serta tidak mengulangi lagi,” katanya.

Sebab, lanjut Gus Tadlo, dengan tidak dipasangnya foto Wabup Lathifah Shohib tersebut selain melanggar aturan juga dapat menimbulkan persepsi buruk terhadap jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Malang.

“Menurut kami itu tidak layak, secara undang-undang foto Bupati dan Wakil Bupati harus selalu dipasang sebagai satu kesatuan simbol kepemimpinan daerah.

Nah ini apa pertimbangannya Tirta Kanjuruhan tidak memasang Wabup, yang dipasang malah Sekda. Apakah ini disengaja atau tidak, kami belum mendapat kejelasannya,” jelasnya.

Terlebih, hubungan Bupati dan Wakil Bupati tetap baik-baik saja, dan tidak ada masalah internal. “Hubungan beliau (Bupati dan Wabup) baik-baik saja, aman dan enjoy-enjoy saja. Kami tidak tahu kenapa Tirta Kanjuruhan seperti ini,” terang Gus Tadlo.

Gus Tadlo juga menuturkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, dan pihaknya telah meminta maaf serta berjanji akan menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Wabup.

“Saya WA Pak Samsul, beliau minta maaf dan berjanji akan datang ke Bu Wabup. Tapi sampai saat ini kami belum mendapat kejelasan mengenai alasan atau siapa yang membuat keputusan tersebut,” Tuturnya

Apalagi, lanjut Gus Tadlo , bahwa persoalan ini sudah sampai ke tingkat DPP PKB, walau belum ada instruksi khusus dari pusat.

“Jakarta (DPP PKB) sudah dengar, tapi saya belum mendapat perintah apa dari mereka. Yang jelas, di Kabupaten Malang, DPC, Ketua Fraksi, dan Ketua Komisi II sudah memberikan komentar terkait hal ini,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *