Kematian Remaja Desa Suwari Pulau Bawean, Diduga Akibat Gantung Diri Mengisahkan Cerita Pilu Bagi Keluarga

Hukum, Peristiwa263 Dilihat

Gresik, Tretan.news – Remaja laki-laki berinisial S (22) asal Dusun Suwari Timur, Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Pulau Bawean ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di pintu kandang sapi.

Penemuan bermula ketika kepala dusun (Kasun) Suwari Timur Suaidi sekitar Pukul 06:00 WIB hendak memberi makan sapinya. Tanpa disadari, sesampainya di kandang sapi yang berdekatan dengan kandang milik tetangganya melihat ada seseorang lelaki yang tergantung di pintu dengan posisi menghadap kedalam kandang sapi. Melihat hal itu, dirinya langsung pergi memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga yang tidak jauh dari lokasi.

“Sulaimi saudara kembar S setelah mendengar hal itu langsung bergegas lari menuju kandang sapi, dan disusul oleh keluarga. Sulaimi sempat terlihat menangis tersedu-sedu ketika tahu saudara kembarnya sudah tidak sadarkan diri dalam posisi tergantung di pintu kandang sapi. Setelah dilakukan evakuasi, jenazah S langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga kerumahnya,” ungkap Suaidi.

Kepala Desa Suwari Daifi membenarkan atas musibah tersebut, korban berinisial S (22) merupakan salah satu warganya di Dusun Suwari Timur. Pihaknya juga telah menghubungi pihak kepolisian Polsek Sangkapura, Polres Gresik, Kamis (26/10/2023).

Anggota dari Polsek Sangkapura beserta anggota Koramil 0817/17 Sangkapura dan jajaran Trantibum Kecamatan Sangkapura tiba di lokasi. Anggota Polsek Sangkapura bersama tenaga medis Puskesmas Sangkapura langsung menuju kandang sapi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, di lokasi kejadian hanya ditemukan seutas tali yang digunakan S untuk gantung diri.

Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Bripka Hendro Susanto mengatakan, saat ini jenazah dilakukan visum et repertum oleh tenaga medis Puskesmas Sangkapura di rumah duka karena pihak keluarga tidak mau memperpanjang masalah tersebut.

Hasil visum et repertum ditemukan hanya luka bekas jeratan tali dileher S. Diduga kuat S meninggal dunia akibat gantung diri karena tidak ada tanda-tanda kekerasan pada diri korban. Kemudian jenazah S setelah dilakukan visum et repertum oleh tenaga medis Puskesmas Sangkapura, pihak keluarga bersama warga setempat langsung memandikan jenazah dan akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di dusun setempat, pungkas Kanitreskrim Polsek Sangkapura Bripka Hendro Susanto didampingi Bripka Andriyan dan anggota Koramil 0817/17 Sangkapura Serda Muslihin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *