Jelang Ramadan, Ulama Audiensi ke DPRD Sampang Bahas Konser valen DA7

Berita, Investigasi218 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News – Sejumlah kiai, ulama, dan habaib mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sampang untuk menyampaikan sikap dan pandangan mereka terkait rencana konser amal bertajuk “Satu Irama Peduli Nusantara” yang dijadwalkan digelar beberapa hari menjelang bulan suci Ramadan. Audiensi tersebut berlangsung pada Selasa (3/2/2026).

Kedatangan para tokoh agama itu dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap waktu dan konsep konser yang dinilai berpotensi tidak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan norma sosial masyarakat Sampang, mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan H-3 Ramadan serta Hari Valentine.

Dalam forum audiensi di gedung wakil rakyat tersebut, para ulama menyampaikan agar panitia lebih bijak dalam merancang kegiatan hiburan menjelang Ramadan, demi menjaga kondusivitas dan kekhusyukan umat Islam dalam menyambut bulan suci.

Menanggapi aspirasi tersebut, Zakaria selaku perwakilan tim penyelenggara menegaskan bahwa konser amal tidak dibatalkan, namun akan dilakukan penyesuaian menyeluruh sesuai masukan para ulama.

“Acara tetap berjalan, tetapi konsepnya akan kami ubah agar tidak bertentangan dengan norma agama maupun adat masyarakat Sampang,” ujar Zakaria di hadapan anggota DPRD dan tokoh agama.

Ia menyebutkan, panitia berkomitmen melakukan sejumlah langkah, mulai dari penyediaan fasilitas ibadah, penguatan sistem pengamanan, hingga penyesuaian materi pertunjukan agar lebih bernuansa religius.

“Insyaallah akan ada lagu-lagu islami yang dibawakan, termasuk oleh Valen, karena konser ini digelar menjelang Ramadan,” tambahnya.

Sementara itu, Habib Abdurahman yang hadir mewakili Aliansi Ulama Madura (AUMA) menegaskan bahwa kedatangan para ulama ke DPRD bukan untuk menolak seni atau sosok artis yang diundang, melainkan untuk mencegah potensi kemudaratan.

“Kami tidak anti-seni dan tidak mempersoalkan siapa pengisinya. Yang kami tekankan adalah konsep acaranya. Bahkan kami menawarkan solusi, agar kegiatan diarahkan menjadi selawat atau bernuansa keagamaan,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Sampang, Iqbal Fatoni, menyampaikan bahwa audiensi tersebut belum menghasilkan keputusan final. DPRD, kata dia, hanya berperan sebagai fasilitator agar semua pihak menemukan titik temu tanpa melanggar norma yang berlaku.

“Belum ada keputusan. DPRD hanya memberikan rambu-rambu karena acaranya menjelang Ramadan. Penyesuaian konsep sepenuhnya menjadi tanggung jawab panitia,” jelas Iqbal.

Hingga saat ini, konsep akhir konser amal tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan kembali dimusyawarahkan antara panitia dan para ulama dalam pertemuan lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *