SAMPANG, Tretan.News – Sunyi pedesaan Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, mendadak berubah menjadi pusat perhatian publik setelah warga menemukan kerangka manusia di sebuah area terpencil.
Temuan itu tidak hanya menggegerkan masyarakat sekitar, tetapi juga memicu gelombang spekulasi yang meluas hingga media sosial.
Kerangka yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh tersebut segera dilaporkan kepada aparat kepolisian. Petugas kemudian melakukan evakuasi dan membawa sisa-sisa tulang belulang itu ke RSUD Sampang untuk dilakukan pemeriksaan awal oleh tim medis.
Dalam upaya mengungkap identitas korban secara ilmiah, Polres Sampang melibatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.
Pemeriksaan forensik pun dilakukan secara menyeluruh, mulai dari analisis struktur tulang hingga perkiraan ciri fisik korban.
Hasil awal pemeriksaan menyimpulkan bahwa kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki. Namun demikian, identitas personal korban belum dapat dipastikan karena minimnya petunjuk yang melekat pada jasad.
Perkembangan kasus ini mulai bergerak setelah informasi penemuan kerangka ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah unggahan warganet yang menyebutkan ciri-ciri korban ternyata menarik perhatian sebuah keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Pada Jumat (24/01/2026), seorang anggota keluarga mendatangi Polres Sampang untuk menyampaikan dugaan serta mencocokkan data dengan hasil pemeriksaan sementara yang dimiliki kepolisian.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga tersebut. Ia menyampaikan bahwa keluarga menduga kuat kerangka manusia yang ditemukan di Desa Tambaan merupakan kerabat mereka.
“Pihak keluarga datang ke Polres dan menyampaikan dugaan bahwa korban bernama Fausan,” ujar AKP Eko Puji Waluyo, Rabu (28/01/2026).
Menurutnya, keluarga yang hadir merupakan saudara korban. Sementara itu, istri korban belum dapat dimintai keterangan karena diketahui masih berada di luar negeri.
“Yang datang adalah saudaranya. Untuk istri korban saat ini berada di Malaysia,” imbuhnya.
Meski dugaan identitas mulai mengarah pada satu nama, kepolisian menegaskan bahwa proses pembuktian masih terus berjalan.
Polisi masih menunggu hasil lanjutan pemeriksaan forensik dan pencocokan data sebelum menetapkan identitas korban secara resmi, sekaligus mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyimpulkan secara sepihak dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang sedang dilakukan.







