Janda Pemulung di Sampang Mendapat Perhatian Aliansi Wartawan (AWAS)

Berita, Sosial136 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News – Kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat kembali ditunjukkan Aliansi Wartawan Sampang (AWAS). Organisasi profesi wartawan ini menyoroti kehidupan memprihatinkan seorang janda bernama Wakiah (41) yang bertahan hidup bersama anaknya di sebuah rumah reot yang nyaris roboh di Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalam (Kota), Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura.

Wakiah hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama putranya, Ibrahim (19), di rumah yang sudah tidak layak huni. Bangunan tersebut tampak rapuh, dengan dinding berlubang dan atap bocor di sejumlah bagian.

Saat hujan turun, air kerap masuk dan menggenangi lantai rumah, sehingga memaksa mereka mengungsi ke rumah tetangga demi menghindari risiko bangunan ambruk.

Kondisi ekonomi yang serba sulit membuat Ibrahim terpaksa putus sekolah. Di usia yang seharusnya masih menempuh pendidikan, ia memilih bekerja serabutan demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Wakiah sendiri diketahui telah lama hidup tanpa suami akibat perceraian.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Wakiah dan anaknya mengandalkan pekerjaan sebagai pemulung dan buruh serabutan. Penghasilan yang diperoleh pun sangat minim, berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per hari, yang sering kali hanya cukup untuk membeli makanan seadanya.

Oleh sebab itu rombongan awas sampang dengan kepedulian nya langsung datangi rumah wakiah dan sekaligus serahkan bantuan paket sembako, untuk membantu ibu wakiah.

Ketua Aliansi Wartawan Sampang (AWAS), Achmad Jumaadi, mengungkapkan bahwa pihaknya mengetahui kondisi tersebut setelah menerima informasi dari rekan-rekan di lapangan.

Menurutnya, Wakiah bahkan tidur di atas tumpukan barang bekas yang dikumpulkan setiap hari, dengan alas seadanya dari bambu, jauh dari kelayakan tempat istirahat pada umumnya.

“Kami mendapat informasi bahwa ada empat keluarga tidak mampu di lokasi tersebut, salah satunya Bu Wakiah. Tempat tinggalnya sangat tidak layak, bahkan untuk tidur pun beliau hanya beralaskan bambu dan barang bekas yang dikumpulkan setiap hari,” ujar Achmad Jumaadi, Kamis (5/2/2026).

Pria yang akrab disapa Cak Jum itu juga menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, Wakiah belum pernah tersentuh bantuan pemerintah, baik bantuan sosial maupun program pemberdayaan ekonomi lainnya.

“Kami berharap pemerintah, khususnya pihak kelurahan dan instansi terkait, bisa turun langsung mengecek kondisi empat keluarga ini, mendata mereka, serta memberikan bantuan yang memang menjadi hak masyarakat kurang mampu,” tambahnya.

Selain mendorong peran pemerintah, Cak Jum juga mengajak rekan-rekan wartawan dan masyarakat luas untuk menumbuhkan kepedulian sosial dengan berbagi rezeki sesuai kemampuan.

“Berbagi tidak harus menunggu punya banyak uang. Sedikit pun tidak masalah, yang penting ikhlas dan bisa meringankan beban mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Wakiah mengaku terharu dan bersyukur atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh Aliansi Wartawan Sampang.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Cak Jum dan seluruh pihak yang telah peduli terhadap kondisi keluarganya.

“Terima kasih banyak, Pak. Semoga rezekinya dilancarkan dan semakin sukses,” ucap Wakiah dengan mata berkaca-kaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *