Hidup dari Barang Bekas, Wanita di Sampang Ini Akhirnya Terima Bantuan Pemerintah

SAMPANG, Tretan.News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Sosial (Dinsos) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sampang bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial kepada Wakiah (41), seorang janda kurang mampu yang tinggal bersama anaknya di rumah tidak layak huni di Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalam (Kota), Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Senin (9/2/2026).

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan langsung oleh perwakilan Dinsos dan Baznas Sampang, didampingi Camat Sampang Aminullah, Sekretaris Camat Junaidi, Lurah Karang Dalam Rahmat Wahyudi, serta sejumlah petugas terkait lainnya.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dari Dinas Sosial, sementara Baznas Sampang menyalurkan bantuan uang tunai yang diserahkan langsung kepada Wakiah guna membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Camat Sampang, Aminullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi memberikan perhatian kepada Wakiah dan anaknya. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup yang selama ini mereka rasakan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Sampang atas kepeduliannya. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban Ibu Wakiah bersama anaknya,” ujar Aminullah.

Lebih lanjut, Aminullah menegaskan bahwa sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Sampang, seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan dan desa, diminta untuk selalu responsif terhadap kondisi serta keluhan masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengontrol dan memastikan seluruh warga mendapatkan kehidupan yang layak demi pemerataan kesejahteraan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para dermawan, untuk turut berpartisipasi membantu warga kurang mampu agar tidak ada masyarakat yang terabaikan.

“Kepedulian dan gotong royong sangat dibutuhkan agar kesejahteraan masyarakat Sampang dapat terwujud secara merata,” pungkasnya.

Diketahui, Wakiah selama ini bertahan hidup bersama putranya, Ibrahim (19), di sebuah rumah reot yang kondisinya memprihatinkan. Bangunan tersebut berdinding rapuh dan berlubang di beberapa bagian, serta beratap bocor. Saat hujan turun, air kerap menggenangi lantai rumah hingga memaksa keduanya mengungsi ke rumah tetangga demi menghindari risiko bangunan ambruk.

Kisah pilu Wakiah dan anaknya yang menggantungkan hidup dari memulung barang rongsokan sempat menyita perhatian publik setelah viral di media sosial. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Ibrahim terpaksa putus sekolah dan memilih bekerja serabutan untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk menyambung hidup, keduanya hanya mengandalkan penghasilan tidak menentu dari memulung dan pekerjaan serabutan, dengan pendapatan sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per hari, yang kerap kali tidak mencukupi kebutuhan pokok.

“Terima kasih atas bantuan yang kami terima. Saya berharap ke depan bisa mendapatkan rumah yang lebih layak agar saya dan anak saya dapat hidup dengan aman dan tidak terus diliputi kekhawatiran,” ungkap Wakiah haru saat ditemui awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *