PASURUAN, trtan.news – Ratusan warga Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggelar aksi demonstrasi pada Minggu (1/3/2026).
Mereka menuntut normalisasi aliran Sungai Bekacak yang selama ini menjadi penyebab banjir tahunan di wilayah mereka.
Aksi tersebut dipicu oleh banjir yang hampir setiap musim hujan merendam sejumlah dusun, di antaranya Dusun Melikan, Pandean, dan Bandulan.
Warga menilai penyumbatan aliran Sungai Bekacak terjadi akibat gorong-gorong milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yang mengelola jalur nasional Pasuruan–Mojokerto.
Dalam orasinya, perwakilan warga, Nardi, menegaskan bahwa persoalan banjir sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi konkret.
“Hari ini kami melakukan aksi menuntut kepada pihak BBPJN wilayah Mojokerto selaku pengelola Jalan Nasional Pasuruan–Mojokerto agar segera melakukan perbaikan saluran yang melintas di wilayah kami,” tegas Nardi.
Ia menyebut, hampir setiap musim penghujan wilayahnya selalu terdampak banjir akibat aliran sungai yang tidak lancar.
Tak hanya menyampaikan tuntutan, warga juga mengancam akan menutup total akses Jalan Nasional Pasuruan–Mojokerto jika permintaan mereka tidak segera direspons.
“Kami tidak main-main. Kalau tidak segera dilakukan perbaikan, kami bersama warga akan menutup total jalan tersebut,” tandasnya.
Menanggapi aksi tersebut,
Kepala Desa Kejapanan, Randi Saputra, turun langsung menemui massa. Ia berjanji akan mengawal aspirasi warga dengan memfasilitasi pertemuan bersama pihak BBPJN di Mojokerto.
“Besok saya siap mengawal warga menemui pimpinan BBPJN yang ada di Mojokerto,” ujarnya.
Randi juga berupaya menenangkan warga agar tidak melakukan penutupan jalan sebelum ada upaya komunikasi resmi dengan pihak terkait.
“Kita datangi dulu pihak BBPJN. Kalau tidak ada respons, silakan warga menentukan langkah lebih lanjut,” pungkasnya.
Warga berharap normalisasi Sungai Bekacak segera dilakukan agar banjir tahunan yang meresahkan masyarakat Desa Kejapanan tidak lagi terulang.







