Geger Wijanarko S.H. Usung “Perubahan dan Keterbukaan” di Pilkades Medaeng

SIDOARJO, tretan.news Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mulai memunculkan sejumlah figur yang siap berkompetisi membawa gagasan pembangunan desa.

Salah satu calon yang turut meramaikan kontestasi tersebut adalah Geger Wijanarko S.H., yang maju sebagai calon kepala desa dengan nomor urut 1.

Mantan prajurit TNI dengan pangkat Serma Mar (Purn) yang juga berlatar belakang pendidikan hukum itu mengusung tema “Perubahan dan Keterbukaan” sebagai visi dalam pencalonannya.

Menurut Geger Wijanarko, konsep tersebut menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan desa yang transparan, pelayanan publik yang lebih mudah diakses, serta pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

“Perubahan dan keterbukaan adalah komitmen kami untuk membangun pemerintahan desa yang lebih transparan, responsif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Medaeng,” ujar Geger Wijanarko dalam keterangannya kepada tretan.news.

Dalam pencalonannya, ia juga memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan apabila mendapatkan mandat dari masyarakat untuk memimpin Desa Medaeng.

Program-program tersebut mencakup sektor pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, hingga penguatan infrastruktur desa.

Salah satu program yang disorot adalah layanan servis kompor gratis bagi masyarakat Medaeng, yang dirancang sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan rumah tangga warga. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial seperti BLT, PIP, dan bantuan kesehatan yang tepat sasaran.

“Bantuan sosial harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. Transparansi dan pendataan yang akurat menjadi kunci agar program pemerintah bisa dirasakan secara adil,” katanya.

Di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Geger Wijanarko juga mengusulkan pemanfaatan hasil panen dari tanah kas desa untuk dibagikan kepada warga serta menjalin kerja sama dengan perusahaan di sekitar wilayah Waru guna membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat Medaeng.

Sementara di sektor tata kelola pemerintahan desa, ia berencana melakukan inventarisasi dan penelusuran aset desa untuk memastikan pengelolaannya memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Aset desa harus dikelola secara transparan dan profesional agar dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi warga,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah program lain yang masuk dalam agenda prioritasnya antara lain penyediaan bantuan hukum bagi warga melalui pembentukan lembaga bantuan hukum desa, kemudahan layanan administrasi, pengadaan ambulans desa, serta penguatan sistem keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan.

Di bidang sosial dan pendidikan, Geger Wijanarko juga berkomitmen memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat rentan seperti lansia, janda, dan anak yatim, serta membuka peluang pendidikan bagi anak-anak yang mengalami putus sekolah.

Program lain yang turut diusung meliputi pengelolaan sampah berbasis lingkungan, normalisasi jalan dan saluran air untuk mengantisipasi banjir, penyediaan layanan pembuatan akta kelahiran dan kematian secara gratis, hingga pembangunan fasilitas umum seperti makam desa dan gedung serbaguna.

Ia juga menyoroti rencana penataan pemanfaatan tanah kas desa yang saat ini digunakan sebagai lokasi Pasar Gran Medaeng agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk sebagai sarana olahraga dan kegiatan sosial.

Melalui berbagai program tersebut, Geger Wijanarko berharap dapat menghadirkan pemerintahan desa yang lebih terbuka serta mampu menampung aspirasi masyarakat.

“Rumah aspirasi akan kami bentuk sebagai ruang komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga setiap kebijakan benar-benar lahir dari kebutuhan warga,” ujarnya.

Kontestasi Pilkades Desa Medaeng sendiri menjadi perhatian masyarakat setempat karena dinilai akan menentukan arah pembangunan desa ke depan.

Para calon diharapkan dapat menyampaikan gagasan serta program kerja secara terbuka agar masyarakat dapat menilai visi dan komitmen masing-masing kandidat.

Mengakhiri penyampaiannya, Geger Wijanarko mengajak masyarakat Medaeng untuk bersama-sama membangun desa dengan semangat perubahan.

“Salam perubahan dan keterbukaan. Mari kita bangun Medaeng yang lebih baik bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *