PASURUAN. Tretan.News – Sejumlah perwakilan suporter Sakera Mania mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan untuk melakukan audiensi, Rabu (11/02/2026).
Pertemuan yang digelar di ruang rapat dewan itu dihadiri Ketua DPRD Syamsul Hidayat, Ketua Komisi I R. Hartono, sejumlah anggota dewan, serta Manajer Persekabpas yang juga pemilik saham PT Persekabpas Laskar Sakera, Gaung Andaka.
Dalam forum tersebut, suporter menyampaikan kekecewaan atas gagalnya Persekabpas Pasuruan lolos ke Liga II. Mereka juga menyoroti isu kepemilikan saham klub.
“Sebenarnya Sakera Mania kecewa Persekabpas tidak lolos ke Liga II. Di samping itu, kami tidak ingin kepemilikan Persekabpas jatuh ke tangan orang di luar Pasuruan apabila saham PT Persekabpas Laskar Sakera dijual,” ujar Rosul, salah satu perwakilan Sakera Mania.
Ia menegaskan, jika terjadi penjualan saham, suporter tidak menghendaki adanya perubahan nama klub.

“Kalau sampai ada penjualan saham, kami tidak ingin ada pergantian nama,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Gaung Andaka menyatakan sejak awal tidak memiliki keinginan menjual saham Persekabpas. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang berminat.
“Sebenarnya dari awal tidak ada keinginan untuk menjual saham Persekabpas. Tapi bilamana ada yang ingin membeli, silakan. Hanya saja tidak bisa membeli saham mayoritas,” jelas Gaung.
Ia menambahkan, secara legitimasi, kepemilikan mayoritas PT Persekabpas berada pada 50 klub internal Askab Pasuruan. Saat proses pembelian saham sebelumnya, pihaknya hanya membantu menalangi karena keterbatasan dana.
“Kalau memang ingin membeli saham PT Persekabpas Laskar Sakera, mari kita duduk bersama demi Persekabpas yang kita cintai,” pungkasnya.
Di akhir audiensi, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Syamsul Hidayat yang akrab disapa Lek Sul menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan seluruh pihak terkait.
“Kami siap memfasilitasi pertemuan seluruh stakeholder Persekabpas, mulai dari suporter, pemilik, pemerintah daerah, hingga pihak-pihak yang berkompeten di dunia sepak bola,” ujarnya.
Menurutnya, Persekabpas merupakan ikon Kabupaten Pasuruan yang harus dijaga bersama.
“Ini demi Persekabpas Pasuruan. Mari kita duduk bersama, menurunkan ego masing-masing untuk mencari solusi terbaik,” tutup Lek Sul.







