Detail Hasil Study Banding Tentang Tata Kelolah Dan Usaha Produktif Destinasi Wisata Desa Di Pulau Dewata Bali Selama Tiga Hari

Berita, Pariwisata154 Dilihat

PASURUAN, Tretan.news – Berdasarkan hasil penelitian, investigasi dan konfirmasi Tim media Tretan News selama 3 hari ( 5/6/7 -05-2023) dengan mengambil sampel untuk destinasi wisata alam yang strata desa seperti wisata alam Pendawa, Melasti dan tanah lot telah mendapatkan beberapa temuan sesuai fakta di lapangan antara lain, untuk tahapan rintisan (sebelum ada action) diawali dengan rembuk desa dan prosedur tahapan sesuai yang telah diatur dalam ketentuan regulasi yang ada, melakukan perencanaan dan pembahasan anggaran bertahap sesuai kebutuhan, melibatkan investor (bila diperlukan).

Dengan syarat tetap mengedepankan kepentingan pemerintah desa dan kesejahteraan warga desa setempat.

Untuk pengelolaan destinasi wisata alam strata desa dikelolah oleh BUMDES setempat( sesuai pemberitaan sebelumnya).

Dalam pengelolaan destinasi wisata alam untuk strata desa untuk sisi keuntungan dilakukan dengan sistem prosentase antara pemerintah desa dan daerah begitu pula dengan pihak ketiga bila ada keterlibatan.

Beberapa hal sebagai keberhasilan pengelolaan destinasi wisata alam strata desa yang ada di pulau dewata Bali diantaranya, pemerintah daerah selalu hadir memberikan dukungan sepenuhnya, Adanya satu visi dan misi dalam mengembangkan sektor pariwisata yang ada di desanya dengan satu tujuan demi terwujudnya ekonomi kreatif yang berbasis desa untuk meningkatkan pendapatan perkapita warga desanya, tertib administrasi ,sisi promo digencarkan lewat media sosial , dalam pelaksanaan usaha selalu mengedepankan sisi keramahtamahan kepada tiap pengunjung, kebersihan area wisata, selalu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi tiap pengunjung.

Sesuai fakta di lapangan sesuai dengan kondisi perkembangan per hari minggu (07-05-2023) bahwa untuk destinasi wisata alam Pendawa, Tanah Lot dan Melasti sudah dalam katagori berhasil, sangat ramai dikunjungi baik oleh tourist lokal maupun dari mancanegara yang otomatis secara kasat mata telah dapat meningkatkan pendapatan asli desa dan pendapatan perkapita warga desanya.

Pada saat Tim media Tretan News menemui tour guide Ibu Ni putu Lina yang kedua kalinya untuk minta konfirmasi tentang Wisata Garuda Wisnu Kencana , menjelaskan bahwa wisata Garuda Wisnu Kencana telah dirintis sejak tahun 1995 era jaman presiden Soeharto karena adanya pel bagai kendala dan hambatan dari krisis moneter dan yang lainnya hingga sempat cukup lama terhenti .

Dan baru ditindaklanjuti pada tahun 2014 era jaman Bapak presiden Ir Joko Widodo dan kemudian diresmikan pada tahun 2018.

Perlu diketahui oleh para pembaca bahwa patung Garuda Wisnu Kencana berdiameter tinggi 121m dan lebar 60 m dan merupakan patung tertinggi nomor 4 di dunia.

Sedang wisata Garuda Wisnu Kencana di pulau dewata Bali ini dikelolah oleh pihak swasta yakni Yayasan Garuda Wisnu Kencana karena dari awal ditangani oleh pihak investor akibat anggaran yang dibutuhkan sangat besar dan anggaran pemerintah daerah sangat terbatas tapi sesuai dengan fakta di lapangan keberadaan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali ini sangat bernilai maslahat manfaat terutama bagi warga desa setempat disamping telah mampu menciptakan lapangan kerja, utamanya telah dapat meningkatkan pendapatan perkapita warga desa setempat sebagai pelaku UKM (usaha kecil menengah) dan pelaku usaha kuliner lainnya. Tuturnya !!!.

(Budhi H / tim ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *