BANGKALAN, tretan.news – Pemerintah Desa Sabiyan secara resmi menyambut kedatangan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui acara pembukaan yang digelar di Balai Desa Sabiyan, Jumat (26/12/2025) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.15 WIB tersebut dihadiri seluruh peserta KKN, Kepala Desa Sabiyan, Hudaifah, S.Pd, beserta perangkat desa, serta Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Acara ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan KKN yang akan berlangsung hingga 18 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sabiyan menyampaikan apresiasi dan keterbukaan pemerintah desa terhadap kehadiran mahasiswa KKN UTM. Ia berharap program kerja yang dirancang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami menerima mahasiswa KKN dengan senang hati dan terbuka terhadap semua program kerja yang akan dilaksanakan. Semoga kegiatan ini bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta membantu pengembangan potensi yang ada di Desa Sabiyan,” ujar Hudaifah.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN di desa bukan hanya sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga sebagai mitra desa dalam mendorong inovasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, A. Amrullah Al-Maghroby, selaku Koordinator Desa KKN UTM, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Sabiyan.
Ia menegaskan bahwa KKN merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Keberadaan kami di Desa Sabiyan adalah wujud pengabdian dan implementasi ilmu yang telah kami peroleh selama di bangku kuliah. Kami berharap dapat belajar bersama masyarakat dan memberi manfaat sesuai kemampuan kami,” tutur Al-Maghroby.
Acara pembukaan ini diselenggarakan langsung oleh mahasiswa KKN sebagai bentuk inisiatif awal untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Pemerintah Desa Sabiyan berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat berjalan secara sinergis, memberi manfaat timbal balik, serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial di tingkat desa.
Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga jejak pengetahuan, semangat kolaborasi, dan kesadaran bersama bahwa pembangunan desa dapat tumbuh dari kerja sama berbagai pihak.







