Dafam Pacific Caesar Surabaya Fasilitasi Karya Anak Disabilitas melalui Program Inklusif

Berita, Sosial231 Dilihat

SURABAYA, Tretan.News — Dafam Pacific Caesar Surabaya bekerja sama dengan Disabilitas Berkarya, UPTD Kampung Anak Negeri, dan komunitas Melihat Bersama menggelar kegiatan seni bertajuk Melihat Bersama #SetaraBerkarya sebagai upaya menyediakan ruang ekspresi bagi anak-anak penyandang disabilitas, Minggu (14/12/2025), di Pacific Sky Hall, Surabaya.

Kegiatan tersebut menghadirkan karya fotografi, pertunjukan musik, dan seni rupa hasil karya anak-anak disabilitas dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Program ini bertujuan mendorong inklusivitas, keterbukaan ruang publik, serta pengakuan setara terhadap kreativitas anak disabilitas.

General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Hogi Budiarto, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap prinsip kesetaraan dan transparansi ruang berkarya bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyediakan ruang yang terbuka dan setara agar anak-anak disabilitas dapat menampilkan karya mereka kepada publik tanpa perlakuan berbeda,” ujar Hogi Budiarto.

Sebanyak 18 peserta disabilitas menampilkan karya fotografi yang mereka hasilkan secara mandiri. Selain pameran foto, acara juga diisi pertunjukan musik oleh musisi tuna netra serta aksi melukis langsung oleh seniman tuna rungu-wicara.

Sales & Marketing Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Edy Santoso, menyatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya akses yang adil bagi penyandang disabilitas dalam bidang seni dan kreativitas.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang terbuka agar karya anak-anak disabilitas dapat dilihat dan diapresiasi secara setara,” kata Edy Santoso.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu peserta, Sophie, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya dukungan dan kesempatan bagi anak disabilitas untuk berkarya dan berpartisipasi di ruang publik.

Ia menekankan bahwa pengakuan terhadap karya menjadi bagian penting dari proses pengembangan diri.

Sementara itu, peserta lain bernama Aqsa, penyandang tuna rungu-wicara, turut mempresentasikan karya fotografinya dan menjelaskan proses kreatif yang dijalani melalui bahasa isyarat.

Penyelenggara menyatakan kegiatan Melihat Bersama #SetaraBerkarya diharapkan dapat mendorong kolaborasi lintas komunitas dalam menciptakan ruang publik yang inklusif, transparan, dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *