Belajar di Tengah Risiko, SD Rongtengah 5 Disampang Ambruk Tanpa Solusi Cepat

SAMPANG | Tretan.News – Ambruknya bangunan SD Rongtengah 5 pada Senin (30/03/2026) menjadi alarm keras bagi kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sampang. Gedung yang berada di Jalan Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang tersebut dilaporkan runtuh total akibat struktur yang sudah lama mengalami kerusakan serius.

Beruntung, peristiwa yang terjadi pada pagi hari itu tidak menimbulkan korban jiwa. Hal ini karena pihak sekolah sebelumnya telah mengosongkan ruang tersebut dari aktivitas belajar mengajar, mengingat kondisi bangunan yang dinilai sudah tidak layak dan berisiko tinggi membahayakan keselamatan siswa.

Kepala SD Rongtengah 5, Surati, mengungkapkan bahwa proses pembelajaran tetap berlangsung meski dalam kondisi serba terbatas. Siswa, khususnya kelas 6, kini harus belajar di ruang alternatif yang disiapkan secara darurat di bagian utara sekolah.

“Untuk sementara kami sekat ruangan kecil agar kegiatan belajar tetap berjalan. Yang terpenting anak-anak tetap bisa belajar dengan aman,” ujarnya.

Namun, runtuhnya bangunan ini menyisakan persoalan baru. Material bangunan yang berserakan di lokasi dinilai masih berpotensi membahayakan, terutama karena letaknya berdekatan dengan area aktivitas siswa dan permukiman warga sekitar.

Lebih jauh, kejadian ini juga memunculkan pertanyaan serius terhadap respons Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi bangunan yang kian memburuk, namun belum mendapat penanganan konkret hingga akhirnya roboh.

“Kami sudah lama mengajukan laporan, tapi belum ada tindakan. Harapannya ke depan bisa segera diperbaiki agar tidak mengganggu proses belajar,” tambah Surati.

Kondisi tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan yang menilai penanganan infrastruktur pendidikan masih terkesan lamban. Alasan menunggu antrean perbaikan dianggap tidak sebanding dengan risiko keselamatan yang dihadapi siswa setiap hari.

Selain faktor usia bangunan, cuaca ekstrem seperti angin kencang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir juga disebut turut memperparah kerusakan hingga berujung pada keruntuhan total.

Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan maupun rencana pembangunan kembali gedung tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui telepon dan pesan singkat juga belum mendapat tanggapan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dalam dunia pendidikan tidak boleh menunggu, karena risiko bisa datang kapan saja tanpa peringatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *