Antusiasme Warga dan Ulama Sambut Haji Her di Pamekasan, Doa dan Istigatsah Digelar

Pamekasan, Tretan.news Ribuan warga dan ulama memadati sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pamekasan untuk menyambut kepulangan H. Khairul Umam alias Haji Her dari Ibu Kota. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, bahkan sebagian telah menunggu di akses Jembatan Suramadu, Minggu (12/4/2026).

Kedatangan Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Se-Madura (P4TM) itu disambut tidak hanya oleh warga Pamekasan, tetapi juga masyarakat dari Kabupaten Bangkalan dan Sampang yang turut mengiringi perjalanan hingga ke Gudang Induk Bawang Mas Group di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan.

Haji Her mengaku terkejut atas sambutan besar tersebut. Ia menilai dukungan masyarakat menjadi dorongan kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau Madura.

“Saya tidak menyangka sambutan masyarakat begitu besar. Terima kasih atas doa dan dukungan semuanya. Mari kita tetap bersatu, saling menguatkan, dan terus berjuang demi petani,” ujar Haji Her.

Di Kabupaten Sampang, sedikitnya 1.500 warga dengan kendaraan roda empat turut mengawal perjalanan menuju Pamekasan. Sementara di Bangkalan, ribuan masyarakat juga terlihat memadati jalur yang dilalui rombongan.

Setibanya di Gudang Induk Bawang Mas Group, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan istigatsah yang dipimpin sejumlah ulama. Mereka juga memberikan imbauan terkait persiapan menghadapi musim tanam tembakau.

Sejumlah ulama yang hadir di antaranya KH. Hakam Masduki, KH. Fahrurrozi Musyaffa dari Pondok Pesantren Cendana Kadur, KH. Afifuddin Toha selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam Kadur, serta KH. Kholil Muhammad dari Pondok Pesantren Gunung Sari.

Dalam kesempatan itu, para ulama dan masyarakat turut mendoakan kelancaran musim tanam tembakau yang akan segera dimulai, sekaligus mengingatkan potensi dampak El Nino yang dapat menyebabkan kekeringan.

KH. Kholil Muhammad mengimbau para petani agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan krisis air selama musim kemarau panjang.

“Sekali lagi, mari kita berdoa secara khusyuk untuk kelancaran dan kesejahteraan petani tembakau Madura,” ujarnya.

Di lokasi gudang, masyarakat juga diingatkan akan peran Haji Her dalam menjaga stabilitas harga tembakau Madura yang dalam beberapa musim panen terakhir dinilai berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani tembakau, santri, tokoh masyarakat, hingga para ulama dari berbagai daerah di Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *