BANGKALAN, TRETAN.news — Sebanyak 48 tim karapan sapi berlaga di Stadion Karapan Sapi R.P. Moh. Noer, Skep, Kabupaten Bangkalan, Minggu (25/10/2026).
Ajang adu kecepatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju kejuaraan bergengsi Piala Presiden pada November 2026.
Ketua Umum Paguyuban Karapan Sapi se-Madura, H. Moh. Thohir, berharap Presiden Prabowo Subianto dapat membuka langsung ajang tersebut.
“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto berkenan hadir langsung di Madura,” ungkap pria yang akrab disapa Abah Haji Thohir tersebut.
Menurutnya, kehadiran kepala negara akan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus bentuk apresiasi pemerintah terhadap kebudayaan daerah.
“Karapan sapi bukan hanya milik orang Madura, melainkan bagian dari kekayaan Indonesia,” tegas Haji Thohir di sela-sela perlombaan.
Pesan Sportivitas dalam Demokrasi
Lebih jauh, Haji Thohir menyebut karapan sapi menyimpan nilai filosofis tentang sportivitas yang sangat relevan dengan dinamika politik.
Tradisi ini mengajarkan bahwa persaingan ketat di lintasan tidak seharusnya melahirkan permusuhan usai perlombaan.
“Setelah perlombaan selesai, kita semua tetap bersaudara. Tidak boleh karena kalah kemudian bermusuhan, atau menang lalu merendahkan lawan,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat dan tokoh politik meneladani kerukunan para pemilik sapi, joki, dan penonton di arena karapan.
“Silakan berkompetisi dan meraih kepercayaan masyarakat, tetapi jangan sampai persaingan menghilangkan rasa hormat dan persaudaraan,” kata Haji Thohir.
Dampak Ekonomi Masyarakat
Selain melestarikan budaya, ajang karapan sapi terbukti menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal Madura.
Rangkaian acara ini melibatkan banyak pihak, mulai dari peternak, perawat sapi, pembuat perlengkapan, hingga pedagang lokal.
Paguyuban berharap pemerintah memberikan dukungan pembinaan berkelanjutan agar warisan budaya leluluhur Madura ini tetap lestari dan menyejahterakan warga.







