Rapat SPEKAL Jatim: Konsolidasi Program dan Silaturahmi Ramadan

Berita, Sosial, UMKM45 Dilihat

SURABAYA, tretan.news – Suasana Minggu sore di SWK Ketabangkali, Surabaya, 22 Februari 2026, terasa berbeda. Di ruang sederhana yang akrab dengan riuh percakapan, para pengurus Komunitas SPEKAL Jawa Timur duduk melingkar, membahas arah gerak organisasi dalam nuansa kekeluargaan yang hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Rapat pengurus ini tidak sekadar menjadi forum formal, melainkan ruang konsolidasi gagasan untuk memperkuat peran organisasi di Jawa Timur.

Diskusi berlangsung terbuka namun tetap terarah, menyentuh isu strategis mulai dari pengembangan jaringan, penguatan program kerja, hingga tata kelola organisasi yang lebih terukur.

Salah satu poin utama yang mengemuka adalah rencana kegiatan ke daerah. Para pengurus sepakat bahwa ekspansi program harus ditindaklanjuti secara konkret dan terstruktur agar soliditas anggota semakin kuat serta kehadiran organisasi makin terasa di tingkat wilayah.

“Kegiatan ke daerah harus segera direalisasikan secara terencana, agar jaringan semakin luas dan anggota lebih solid,” ujar Drs. H. Amin Pamungkas, Ketua SPEKAL Jawa Timur.

Selain itu, bidang hubungan masyarakat (Humas) dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat komunikasi lintas bidang. Sinergi internal dan eksternal dipandang sebagai kunci percepatan perkembangan organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Rapat juga menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan hasil notulen. Setiap keputusan yang telah disepakati harus dijalankan secara bertanggung jawab dan akan dievaluasi pada pertemuan berikutnya sebagai bentuk akuntabilitas organisasi.

Pembahasan mengenai kalender kegiatan tahun depan turut menjadi perhatian serius. Para pengurus menilai perencanaan program harus disusun secara matang dan direalisasikan tepat waktu agar gerak organisasi lebih terarah dan berkelanjutan.

Momentum bulan Ramadan pun dibaca sebagai peluang strategis. Selain memperkuat kegiatan sosial, bulan suci dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan serta mengembangkan usaha anggota.

“Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga peluang memperkuat jejaring sosial dan usaha anggota,” kata Syamsuri Ismail, Sekretaris SPEKAL Jatim.

Dalam forum tersebut, muncul pula gagasan pengembangan penjualan produk kresek ke sentra-sentra perdagangan sebagai salah satu peluang ekonomi yang perlu dikelola secara serius dan terkoordinasi.

Aspek pengelolaan dana organisasi juga menjadi sorotan penting. Rapat menegaskan bahwa kas organisasi tidak boleh hanya mengendap, melainkan harus dikelola secara aktif dan produktif guna mendukung keberlangsungan program kerja.

“Dana organisasi harus dikelola secara produktif agar program bisa berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegas Amin Pamungkas.

Menariknya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam rapat berlanjut dalam kegiatan “Buka Bersama” SPEKAL Jatim. Agenda ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan pengurus, anggota, dan relawan dalam suasana lebih cair namun tetap sarat makna.

Acara diawali tausiyah singkat, dilanjutkan diskusi ringan mengenai peran komunitas dalam merawat kebersamaan di tengah dinamika sosial. Bagi para peserta, momen berbuka puasa tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga refleksi kolektif dan konsolidasi nilai kebersamaan.

“Buka bersama ini bukan sekadar berbagi hidangan, tetapi memperkuat silaturahmi dan komitmen kebersamaan dalam gerakan,” ujar Lila Wijanarko, Humas SPEKAL Jatim.

Dialog santai yang mengiringi acara menunjukkan antusiasme anggota dalam merancang program sosial ke depan. Suasana cair dan inklusif membuat setiap peserta leluasa menyampaikan gagasan, menandakan semangat kolaborasi yang terus dijaga komunitas.

Sejumlah anggota pun mengapresiasi kegiatan tersebut karena menjadi ruang temu yang mempererat hubungan personal di luar aktivitas rutin organisasi.

“Momentum seperti ini penting untuk menjaga kekompakan dan saling mengenal lebih dekat,” tambah Syamsuri Ismail.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada forum, melainkan terus tumbuh menjadi energi kolektif yang memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

Di tengah dinamika organisasi sosial yang terus bergerak, pertemuan di SWK Ketabangkali menjadi penanda bahwa soliditas tidak hanya dibangun lewat program kerja, tetapi juga melalui ruang-ruang kebersamaan yang sederhana namun bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *