Sudah Dimediasi, Belum Ada Titik Temu, keluarga pengendara Xenia Siap Tempuh Jalur Hukum

SAMPANG, Tretan.News — Ketidakjelasan hasil mediasi kecelakaan lalu lintas mendorong keluarga korban mendatangi Unit Laka Lantas Polres Sampang, Jumat (20/2/2026).

Mereka meminta kepastian atas proses penyelesaian perkara kecelakaan antara minibus Daihatsu Xenia dan mobil pick up yang hingga kini belum menemukan kesepakatan.

Jakfar Sodik, perwakilan keluarga pengendara Daihatsu Xenia, mengatakan kedatangannya ke kantor polisi merupakan upaya terakhir sebelum menempuh langkah hukum.

 

Menurutnya, mediasi yang sebelumnya difasilitasi kepolisian belum menghasilkan keputusan yang jelas, meskipun pihak keluarga telah mengajukan tawaran penyelesaian secara kekeluargaan.

“Kami hanya ingin kejelasan. Tawaran sudah kami sampaikan saat mediasi, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Bahkan dari pihak pick up justru memberikan tawaran yang menurut kami tidak masuk akal,” kata Jakfar kepada wartawan.

Ia menegaskan, apabila dalam waktu satu minggu ke depan tidak ada itikad baik dari pihak lawan, keluarga korban siap membawa perkara tersebut ke jalur hukum. Sikap tersebut, kata Jakfar, juga sudah disampaikan sejak awal proses mediasi berlangsung.

“Kalau memang tidak ada kesepakatan dan tidak mau menerima tawaran kami, maka proses hukum akan kami tempuh. Itu sudah menjadi konsekuensi,” tegasnya.

Selain itu, Jakfar juga menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan kasus yang dinilai kurang terbuka. Ia bahkan menduga adanya ketidakseimbangan dalam proses penanganan perkara.

“Sejak awal kami melihat ada kejanggalan. Seolah-olah penanganannya lebih mengarah ke salah satu pihak. Padahal kalau dilihat dari kondisi kendaraan, ini tabrakan berpapasan, namun kerusakan mobil pick up justru parah di bagian kiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak keluarga telah menyiapkan sejumlah saksi jika perkara berlanjut ke pengadilan. Dalam insiden tersebut, terdapat empat korban dari pihak minibus, dua di antaranya diduga mengalami patah tulang dan masih memerlukan perawatan lanjutan.

“Korban kami ada empat orang. Dua mengalami patah tulang. Memang ada Jasa Raharja, tapi biaya kontrol dan perawatan lanjutan itu tidak sedikit. Belum lagi kerusakan mobil yang cukup parah,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Satlantas Polres Sampang, AKP Sulaiman, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dirinya tengah mengikuti kegiatan zoom meeting.

Ia mengarahkan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan kepada anggota yang menangani langsung perkara tersebut.

“Silakan langsung ke Pak Farid yang menangani laka,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Berdasarkan keterangan dari Farid, anggota Unit Laka Lantas, hingga saat ini kepolisian masih memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menempuh jalur mediasi. Namun, pertemuan yang telah dilakukan belum membuahkan kesepakatan.

“Kami masih memberikan ruang untuk mediasi. Kemarin kedua pihak sudah dipertemukan, tetapi belum ada titik temu,” demikian pesan yang diteruskan kepada wartawan.

Menariknya, saat keluarga korban berada di Unit Laka Lantas, petugas menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan awal, pengemudi mobil pick up sempat mengakui kesalahan atas terjadinya kecelakaan tersebut.

Berdasarkan laporan kepolisian nomor LP: A/I/2026/SPKT.SATLANTAS/POLRES SAMPANG/POLDA JATIM, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026, sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Raya Nyiburan, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.

Kecelakaan berjenis tabrak samping tersebut melibatkan mobil pick up bernomor polisi W 8186 M yang dikemudikan Moh. Kholis (29), warga Pamekasan, dan minibus Daihatsu Xenia bernopol L 1332 DAF yang dikemudikan Moh. Fathur Rossi (23), warga Pasuruan.

Saat kejadian, mobil pick up yang melaju dari arah barat ke timur diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba oleng ke kanan.

Di waktu bersamaan, dari arah berlawanan melintas minibus Xenia dengan tiga penumpang. Karena jarak yang terlalu dekat dan ruang menghindar terbatas, tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat kecelakaan tersebut, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dua korban dari pihak minibus diduga mengalami patah tulang dan sempat dirawat di Puskesmas Jrengik sebelum dirujuk ke rumah sakit di Sampang. Kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp5 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *