NGANJUK, tretan.news -– Ratusan masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, tampak antusias mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digagas Kondang Kusumaning Ayu, S.Psi, anggota DPD RI perwakilan Jawa Timur.
Acara yang berlangsung di Aula Desa Sambiroto pada Selasa siang (10/2/2026) itu mengusung subtema inspiratif,
“Merayakan Tradisi, Merawat Bhinneka Sebagai implementasi Semboyan Bhinneka Tunggal Ika Demi Tetap Tegaknya NKRI”.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Joko Nugroho, MA., yang memberikan pemaparan mendalam mengenai empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini dihadiri oleh camat Baron, perangkat desa, BPD, RW, RT, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kondang Kusumaning Ayu menegaskan, bahwa pendidikan wawasan kebangsaan, khususnya di tingkat desa, bukan hanya tugas wakil rakyat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Sosialisasi Empat Pilar adalah upaya kolektif untuk memastikan nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan membumi, mulai dari desa,” ujar alumni Universitas Airlangga Surabaya tersebut.
Dr. Joko Nugroho, MA., dalam penyampaian materinya menyoroti sejumlah persoalan aktual.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena oknum kelompok masyarakat yang mulai menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan ancaman serius dari ujaran kebencian berbasis SARA yang kian marak dan berpotensi memicu disintegrasi bangsa.

“Masyarakat desa memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merawat wawasan kebangsaan. Merayakan tradisi dan merawat Bhinneka bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Perbedaan bukan halangan untuk duduk dan makan bersama,” tegas Dr. Joko di hadapan peserta.
Suasana dialog berlangsung hangat dan partisipatif. Para peserta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Kondang. Bagi sebagian besar warga yang hadir, ini merupakan kali pertama mereka bertatap muka langsung dan berdialog dengan wakil rakyat dari DPD RI.
Kepala Desa Sambiroto Achmad Syarif, menyampaikan rasa terima kasihnya sekaligus curhat terkait menurunnya alokasi dana desa.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Kecamatan Baron merespons positif dengan menyatakan kesiapan menjadi mitra desa dalam mendukung pembangunan masyarakat Desa Sambiroto.
Ibu Rosiana, S.Pd., bunda PAUD, menyampaikan aspirasi yang menyentuh. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai luhur bangsa sejak dini.
“Jangan sampai HP menjadi pengganti peran keluarga dalam pendidikan anak,” pesannya.
Sementara itu, Haris Eko Siswanto menyoroti meningkatnya kenakalan remaja yang dinilai mulai menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
“Pemuda adalah bagian dari masyarakat Indonesia dan tanggung jawab kita bersama. Mereka harus menjadi mitra pemerintah dalam perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Para peserta juga menyuarakan harapan agar agenda silaturahmi seperti ini dapat rutin dilaksanakan dengan subtema yang lebih implementatif.
Dunia pendidikan dinilai sebagai pintu masuk paling strategis untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air secara berkelanjutan.







