SAMPANG, Tretan.News — Senja usia tak selalu berjalan dengan kenyamanan. Itulah yang selama ini dirasakan Masdijha dan adiknya, Patha, dua nenek bersaudara yang menjalani hari tua dalam keterbatasan di Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.
Namun di tengah kesunyian hidup mereka, kepedulian kembali datang mengetuk pintu rumah sederhana itu.
Sebagai wujud empati dan kemanusiaan, Organisasi Masyarakat Madura Asli (MADAS) DPC Sampang bersama Polsek Kedungdung kembali menyambangi kediaman kedua nenek tersebut, Rabu (8/2/2026) siang.
Kali ini, mereka tidak datang dengan tangan kosong. Melainkan meresmikan rumah dan sekaligus serahkan kunci rumah secara simbolis dan Lemari pakaian dan kasur tidur serta rak piring kepada dua nenek bersaudara, agar Masdijha dan Patha tak lagi harus merebahkan tubuh renta mereka di lantai tanpa alas.
Sebelumnya, MADAS DPC Sampang telah membantu renovasi rumah dua nenek bersaudara itu agar lebih layak huni. Namun kepedulian itu tak berhenti sampai di sana.
Setelah melihat langsung kondisi kehidupan sehari-hari Masdijha dan adiknya, MADAS menilai masih banyak kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi.
“Kami tidak ingin bantuan ini hanya berhenti pada bangunan rumah saja. Kami ingin memastikan kehidupan dua nenek ini benar-benar layak, terutama untuk kebutuhan dasar seperti tempat tidur,” ujar Ketua MADAS DPC Sampang dengan nada haru.
Ia menambahkan, kedatangan MADAS ke rumah Masdijha dan Patha sudah dilakukan beberapa kali. Hal itu dilakukan bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan memastikan perubahan nyata dalam kehidupan keduanya.

“Kami ingin melihat sendiri bagaimana mereka hidup. Kami datang berkali-kali agar yakin, bahwa bantuan yang diberikan benar-benar membawa dampak bagi hari tua mereka,” imbuhnya.
Sementara itu, Polsek Kedungdung yang turut mendampingi kegiatan sosial tersebut menyampaikan apresiasi atas kepedulian MADAS Sampang.
Menurutnya, sinergi antara aparat kepolisian dan elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjangkau warga yang luput dari perhatian.
“Apa yang dilakukan MADAS ini sangat menyentuh. Kami berharap kepedulian seperti ini bisa menjadi contoh bagi banyak pihak untuk saling membantu,” ungkap perwakilan Polsek Kedungdung.
Diketahui, kisah dua nenek bersaudara ini sebelumnya sempat viral di media sosial. Sejak itu, bantuan dari berbagai pihak pun mengalir, mulai dari pemerintah hingga para dermawan.
Namun bagi Masdijha dan Patha, bukan besarnya bantuan yang paling berarti, melainkan kehadiran orang-orang yang peduli dan memastikan mereka tidak sendiri menjalani hari tua.
Kini, di rumah sederhana yang telah direnovasi, Masdijha dan Patha bisa beristirahat dengan lebih nyaman. Sebuah kasur empuk menjadi saksi, bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan tulus yang hadir membawa harapan.







