Pamekasan, tretan.news – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muakkad Angsokah, Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, menggelar Haflatul Imtihan, Wisuda RA, Wisuda Tajwid, Wisuda Tahfidz Juz 30, sekaligus pengajian umum, Senin (9/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di lingkungan Ponpes Al-Muakkad. Acara ini menjadi momentum apresiasi atas capaian pendidikan santri di bidang dasar keagamaan, pembacaan Al-Qur’an, serta hafalan Juz 30.
Acara dihadiri Pengasuh Ponpes Al-Muakkad KH. Abdul Azis, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Forkopimcam Waru (Camat, Danramil, Kapolsek), Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan Fraksi PPP Andy Suparto, dewan asatidz, wali santri, tokoh masyarakat, serta undangan dari berbagai kalangan.
Pengasuh Ponpes Al-Muakkad KH. Abdul Azis menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya Haflatul Imtihan dan wisuda santri tersebut. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting dalam perjalanan pendidikan santri.
“Hari ini adalah hari yang bersejarah dan membahagiakan bagi kami semua,” ujar KH. Abdul Azis.
Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Kepada seluruh santri, ia berpesan agar senantiasa menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an serta menyeimbangkan ilmu dengan adab.
“Kejar ilmu setinggi-tingginya, tetapi jangan pernah melepaskan adab. Percuma ilmu tinggi jika tidak beradab. Jadilah santri yang berakhlakul karimah dan berbakti kepada orang tua,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, KH. Abdul Azis juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan dewan asatidz atas kerja keras sehingga acara berjalan lancar.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda. Menurutnya, anak-anak yang belajar dan mondok di pesantren merupakan tanda kasih sayang Allah SWT.
“Hadir dan belajar di pengajian adalah tanda bahwa seseorang disukai oleh Allah SWT. Putra-putri panjenengan yang mondok dan senang belajar ilmu agama di Ponpes Al-Muakkad ini adalah orang-orang yang dicintai Allah,” ungkapnya.
Ia mengaku sengaja meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pesantren dan pendidikan keagamaan.
“Saya memaksakan hadir ke Ponpes Al-Muakkad semata-mata ingin mendorong pesantren dan masyarakat agar tidak melupakan ajaran-ajaran Islam,” ujarnya.
Bupati berharap Ponpes Al-Muakkad ke depan semakin berkembang dan mampu mencetak generasi berakhlakul karimah serta berilmu bermanfaat.
“Mudah-mudahan putra-putri kita yang mondok di sini menjadi anak sholeh dan sholehah, memiliki akhlak yang baik dan ilmu yang bermanfaat,” katanya.
Lebih lanjut, KH. Kholilurrahman mengingatkan orang tua bahwa pendidikan anak merupakan investasi masa depan.
“Anak-anak kita adalah investasi masa depan. Jika pendidikannya benar, Insyaallah kelak mereka akan berbakti dan menjadi penopang orang tuanya di usia tua,” jelasnya.
Dalam rangka pembinaan generasi muda, Bupati juga menyinggung kebijakan Peraturan Bupati (Perbup) terkait pembatasan aktivitas anak di malam hari.
“Saya membuat Perbup yang intinya pada pukul 22.00 WIB anak-anak kita tidak boleh berkeliaran di jalan kecuali ada kepentingan. Mari awasi anak-anak kita, usahakan waktu magrib sudah ada di rumah,” tegasnya.
Acara semakin khidmat dengan ceramah agama yang disampaikan oleh muballigh kondang KH. Musleh Adnan, Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Pangaporan, Desa Plakpak, Pamekasan.
Selain itu, tausiyah keagamaan juga disampaikan oleh K Moh Khazin Sholeh Mardliyan, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sorren, Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, yang memberikan pencerahan spiritual kepada para jamaah.







