SAMPANG, Tretan.News – Organisasi masyarakat (Ormas) Madas Kabupaten Sampang mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Muhammad Zyn Sampang, Rabu (4/2/2026) siang.
Kedatangan tersebut bertujuan meminta klarifikasi dan penjelasan pihak rumah sakit terkait beredarnya sebuah video yang direkam keluarga pasien anak di ruang perawatan Cempaka.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, pihak keluarga pasien menarasikan dugaan buruknya pelayanan medis yang diterima anak mereka selama menjalani perawatan.
Bahkan, dalam video tersebut juga muncul tudingan serius adanya dugaan malapraktik oleh oknum dokter yang bertugas di RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang.
Rombongan Madas Sampang dipimpin langsung oleh Ketua DPC Madas Sampang, Umar Faruq. Ia bersama pengurus menemui manajemen rumah sakit dan dokter terkait untuk mendapatkan penjelasan secara langsung agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Usai pertemuan dengan wakil Direktur administrasi keuangan RSUD dan tenaga medis, Umar Faruq menyampaikan bahwa pihak rumah sakit membantah seluruh tudingan dalam video tersebut.
Menurutnya, manajemen RSUD dr. Muhammad Zyn menjelaskan bahwa pelayanan terhadap pasien telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kedatangan kami ini hanya ingin meminta klarifikasi dan penjelasan atas adanya video tersebut. Setelah dijelaskan oleh pihak rumah sakit dan dokternya, ternyata pasien itu masuk sejak 20 Januari 2026 dan sudah sekitar 12 hari dirawat,” ujar Umar Faruq kepada awak media.
Ia menjelaskan, kondisi pasien anak tersebut terus memburuk sehingga pihak rumah sakit menyarankan agar dilakukan rujukan ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Namun, karena belum ada respons dari rumah sakit rujukan, pihak RSUD berinisiatif memindahkan pasien ke ruang ICU agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
“Karena masih dalam proses persiapan ICU, pihak keluarga diduga kurang memahami kondisi tersebut. Dari hasil klarifikasi, kami menilai persoalan ini terjadi karena miskomunikasi,” ungkapnya.
Umar Faruq juga mengaku memahami kondisi psikologis orang tua pasien yang panik dan cemas melihat kondisi anaknya semakin menurun. Namun demikian, ia menyimpulkan bahwa secara prosedural pihak rumah sakit telah menjalankan tugas sesuai aturan yang ada.
“Saya memaklumi, namanya juga orang tua. Tapi dari penjelasan dokter, semua tindakan sudah dilakukan sesuai SOP dan pada saat itu perawat juga berada di tempat,” tegasnya.
Meski demikian, di akhir pernyataannya Umar Faruq berharap agar RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Khususnya di IGD, kami berharap lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan. Lihat dulu kondisi pasien, periksa dengan baik, jangan langsung menolak. Setelah kondisi membaik, baru dilakukan musyawarah lanjutan,” tandasnya.







