PASURUAN, tretan.news – Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/2/2026), terasa berbeda sejak awal acara.
Alunan suara merdu Aqila Qisya, penyanyi cilik berprestasi asal Desa Carat, sukses menghadirkan nuansa hangat dan bersahaja di forum perencanaan pembangunan tersebut.
Penampilan Aqila menjadi pembuka yang mencuri perhatian para peserta Musrenbang. Di tengah forum yang biasanya berlangsung formal, suara polos nan jernih itu menghadirkan suasana lebih cair dan humanis.
Tak hanya suguhan talenta cilik, Musrenbang Kecamatan Gempol kali ini juga tampil unik lewat konsep panggung bernuansa taman bonsai. Panggung utama disulap menjadi ruang hijau dengan deretan bonsai tertata rapi di sisi kanan dan kiri podium.
Di bagian belakang, tanaman hias dalam polibag dipadukan dengan taburan batu koral putih, menciptakan kesan alami dan estetik.
Sekilas tampak sederhana, namun nilai bonsai yang dipamerkan ternyata fantastis. Totalnya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, salah satu bonsai yang dipajang diketahui bernilai hingga Rp50 juta.
Konsep panggung bonsai tersebut menemani para pejabat daerah saat menyampaikan sambutan, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Wakil Ketua DPRD Adinda Denisa, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan Nik Sugiharti, serta Camat Gempol Hadi Mulyono.
Camat Gempol Hadi Mulyono mengungkapkan, konsep unik tersebut merupakan gagasan pribadinya yang kemudian direalisasikan melalui kolaborasi dengan komunitas pencinta bonsai setempat.
“Tatanan panggung itu murni ide saya. Kami berkolaborasi dengan Komunitas Pencinta Bonsai Indonesia (PPBI) Kecamatan Gempol,” ujar Hadi.
Ia mengaku tidak menyangka antusiasme komunitas bonsai saat diminta menampilkan karya milik warga asli Gempol. Bahkan, para kolektor tanpa ragu meminjamkan bonsai bernilai puluhan juta rupiah.
“Ketika saya sampaikan ingin menampilkan bonsai milik warga Gempol, mereka langsung antusias. Ada bonsai seharga Rp50 juta yang ikut dipasang,” katanya.
Menurut Hadi, para pemilik bonsai menunjukkan ketulusan luar biasa dengan memajang tanaman bernilai tinggi di ruang publik tanpa rasa khawatir.
“Mereka tidak khawatir bonsainya rusak. Ini bentuk sumbangsih dan kebanggaan warga Gempol,” tambahnya.
Hadi menegaskan, konsep Musrenbang kali ini memang dirancang untuk menampilkan potensi lokal Kecamatan Gempol, mulai dari seni, kreativitas warga, hingga produk UMKM. Seluruh konsumsi yang disajikan dalam acara tersebut pun merupakan hasil produksi pelaku UMKM setempat.
“Kami ingin Musrenbang ini tidak hanya membahas perencanaan, tetapi juga menampilkan keunggulan Gempol. Penampilan Adik Aqila dan sajian UMKM adalah bagian dari itu,” pungkasnya.







