Pamekasan, tretan.news – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Pamekasan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 sekaligus menyiapkan ribuan personel guna memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Pamekasan.
Apel gelar pasukan berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Pamekasan, dan dipimpin langsung Wakapolres Pamekasan Kompol Hendry Soelistiawan, S.E., M.H. Kegiatan tersebut diikuti pejabat utama (PJU) Polres Pamekasan, personel gabungan TNI-Polri, serta instansi terkait, Senin (2/2/2026).
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. yang dibacakan Wakapolres Pamekasan, disampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan momentum strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas dan sinergitas lintas sektoral.
“Apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas dan sinergitas lintas sektoral agar operasi dapat berjalan optimal,” ujar Kompol Hendry.
Ia menyebutkan, Operasi Keselamatan Semeru 2026 melibatkan total 5.020 personel, terdiri dari 395 personel Satgas Polda dan 4.625 personel Satwil jajaran.
“Operasi ini melibatkan kekuatan personel yang cukup besar, yakni sebanyak 5.020 personel, dengan rincian Satgas Polda 395 personel dan Satwil jajaran 4.625 personel,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kompol Hendry menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab sesuai SOP, mengutamakan keselamatan masyarakat, serta menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan utama.
Selain itu, personel juga diminta memaksimalkan kegiatan ramp check kendaraan dan tes kesehatan bagi pengemudi, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca yang tidak menentu, serta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
“Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan kerja sektoral. Jaga kesehatan dan keselamatan diri selama bertugas, serta niatkan setiap langkah pengabdian sebagai ibadah,” paparnya.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026” sebagai upaya cipta kondisi atau cooling system pra-Operasi Ketupat Idul Fitri 1447 H.
“Tema ini menegaskan bahwa operasi ini merupakan cipta kondisi pra-operasi ketupat (idul Fitri 1447 h), sehingga segala potensi gangguan dapat kita minimalisir sejak dini,” pungkasnya.







